Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bahaya Wadah Makanan dan Minuman yang Mengandung Bisphenol A

Persyaratan monomer bisfenol A (BPA) batas maksimal (bpj) adalah 0,6 yang tentu saja ini kalau dikonsumsi oleh orang dewasa

Bahaya Wadah Makanan dan Minuman yang Mengandung Bisphenol A
Thinkstock
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Peneliti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Natalya Kurniawati mengatakan,  dalam aturan Kemenkes dan BPOM sudah lama menyatakan bahwa wadah makanan dan minuman yang mengandung BPA atau  bisphenol A ini berbahaya.

Apalagi kalau untuk dipakai di produk – produk kemasan yang dipakai berulang.

“Bahwa kita tidak mendukung untuk produk – produk kemasan yang mengandung  atau mendukung, berpotensi timbulnya bisphenol A.

Seperti misalnya kalau kita cari referensi jenis- jenis plastik daur ulang, atau bahan plastik di situ ada simbol – simbol dari mulai angka 1 sampai dengan angka 7.

Nah yang angka 1 ini digunakan untuk produk – produk kemasan yang sekali pakai. 

Baca juga: Direktur Dian Perdana Medika Bantah Galon Guna Ulang Berbahaya untuk Kesehatan

Dan di sini yang harus dilihat nomor (3) nomor (6) dan nomor (7) itu berbahaya bagi kesehatan,” ungkap Natalya Kurniawati saat dilakukan wawancara melalui voice note baru – baru ini.

Masih menurut Natalya, Itu memang tidak diperuntukkan  bersentuhan dengan makanan atau minuman, seperti misalnya steroform, plastik untuk campuran pipa pvc dan lain sebagainya.

Kemudian di situ juga dilihat biasanya produk –produk kemasan lunch box atau kotak makanan di situ ada kode (PP) Polypropylene itu yang lebih aman.

“Di situ biasanya yang BPA free dan bisa dipakai ulang, tahan terhadap suhu tinggi.

Ini yang biasanya dipilih dipakai untuk konsumen. Tapi tetap harus diperhatikan dari konsumen itu bukan dari nomor berapa yang dipakai itu bisa didaur ulang dan aman” tandas Natalya.

Baca juga: YLKI: Masyarakat Konsumen Jadi Korban Inkonsistensi Pemerintah Tangani Covid-19

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas