Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Selama Pandemi, Transaksi Apotek Online Lifepack Tumbuh 50 Persen Tiap Bulan

COO Lifepack & Jovee Hari Novferdianto mengungkapkan, penerapan PSBB memberikan kontribusi positif terhadap layanan kesehatan secara online.

Selama Pandemi, Transaksi Apotek Online Lifepack Tumbuh 50 Persen Tiap Bulan
Istimewa
Aplikasi Lifepack 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi virus corona di Indonesia masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan kasus.

Sejak kasus pandemi pertama di Indonesia pada bulan Maret 2020 lalu, pemerintah telah menerapkan berbagai strategi untuk meredam angka penyebaran yaitu dengan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baru-baru ini, Pemerintah memutuskan menerapkan kembali PSBB untuk daerah Jawa & Bali.

Dengan adanya pembatasan ini, tentunya aktivitas masyarakat masih terbatas, salah satunya adalah mendapatkan akses layanan kesehatan seperti membeli kebutuhan obat-obatan.

Baca juga: Mantan Pemimpin Disney Ditunjuk Menjadi CEO Asia Pasifik upGrad 

COO Lifepack & Jovee Hari Novferdianto mengungkapkan, penerapan PSBB memberikan kontribusi positif terhadap layanan kesehatan secara online.

Aturan dalam pembatasan aktivitas tentunya memerlukan solusi bagi masyarakat agar tetap bisa mengakses layanan kesehatan.

Seperti diketahui, Lifepack, adalah apotek online pertama di Indonesia sebagai penyedia layanan obat terlengkap untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan memberikan inovasi layanan kesehatan pembelian obat secara online.

Baca juga: Kisah Andhita Irianto, Make Up Artist yang Sukses Berbisnis Salon & Spa

"Selama tahun 2020 ini, apotek online Lifepack mengalami pertumbuhan rata-rata bulanan peningkatan transaksi pembelian obat sebesar 50 persen. Peningkatan pembelian obat ini tidak lepas dari menurunnya aktivitas luar ruangan yang dilakukan masyarakat,” katanya, Jumat (15/1/2021).

Perubahan perilaku masyarakat mengalami pergeseran yang cukup signifikan akibat pandemi.

Biasanya berbagai aktivitas di luar ruangan menjadi suatu hal yang biasa, sekarang masyarakat lebih memilih untuk tetap berada di rumah, dikarenakan alasan kesehatan menjadi yang paling penting.

Pilihan tetap berada di rumah adalah karena saat ini masyarakat tidak perlu khawatir lagi untuk memenuhi berbagai kebutuhan, seperti halnya kebutuhan akses layanan kesehatan dari mulai menebus resep obat secara online, hingga dapat berkonsultasi dengan dokter tanpa harus keluar rumah.

"Selama pandemi ini ada tiga kategori obat dengan penjualan tertinggi yaitu obat pereda demam, penunjang imunitas tubuh, dan obat untuk mengatasi masalah pencernaan.” ungkap Ferdi, panggilan akrab Hari Novferdianto.

Ikuti kami di
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas