Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Tips Mengatasi Kecanduan Makanan Manis

Berdasarkan saran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), perempuan dapat mengonsumsi 25 gram gula sehari, dan pria 37 gram gula sehari.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Willem Jonata
zoom-in Tips Mengatasi Kecanduan Makanan Manis
Grid.ID
Kecanduan Makanan Manis, Turunkan Konsumsinya dengan Cara Ini 

TRIBUNNEWS.COM - Sebagian orang mengalami kecanduan makanan manis

Alasan itu pula, yang membuat imbauan mengurangi asupan gula atau menghentikannya sama sekali demi kesehatan, menjadi terasa sangat sulit.

Dr. Jennifer Ashton, kepala koresponden medis ABC News, mengatakan gula dapat ditemukan di dalam banyak makanan yang kita santap.   

Meskipun gula membuat beragam santapan terasa enak, namun asupan gula dapat meningkatkan jumlah asupan total hingga melampaui batas yang disarankan.

"Bacalah label pada bahan makanan tersebut," kata Ashton.

"Balikkan semua yang keluar dari kemasan dan lihat kandungan gulanya."

Baca juga: Cara Menurunkan Berat Badan: Konsumsi Makanan Berserat, Kurangi Karbohidrat, dan Hindari Junk Food

Berdasarkan saran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), perempuan dapat mengonsumsi 25 gram gula sehari, dan pria 37 gram gula sehari.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara, untuk anak-anak saran asupan gula bervariasi tergantung usia.

Lebih jauh, Ashton mengungkapkan sejumlah cara mudah untuk mengalahkan "kecanduan" gula, demi mencapai kesehatan yang lebih baik. 

1. Hentikan mendadak

Menurut Ashton, ada bukti ilmiah dan nutrisi yang mendukung fakta bahwa kecanduan gula, dalam istilah biokimia otak, sama dengan kecanduan kokain.

"Bagaimana seseorang mencoba menghentikan kebiasaan kokain? Berusaha menghentikan secara mendadak dan total bukan?" kata dia.

Baca juga: Efek Samping Terlalu Banyak Konsumsi Protein Picu Risiko Kesehatan

"Demikian pula dengan gula, lakukan penghentian mendadak dan total dari menu harian," sebut dia. 

2. Gradual

Nah, jika menghentikan mendadak menjadi terasa lebih sulit, mungkin pendekatan gradual akan lebih mudah dilakukan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas