Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tiga Kondisi Tertentu Berisiko Alami Gejala Berat Saat Terkena Malaria, Satu di Antaranya Ibu Hamil

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk mengandung parasit bernama Plasmodium. 

Tiga Kondisi Tertentu Berisiko Alami Gejala Berat Saat Terkena Malaria, Satu di Antaranya Ibu Hamil
JGI
Ilustrasi ibu hamil 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk mengandung parasit bernama Plasmodium. 

Saat menderita malaria, tubuh akan menggigil secara hebat.

Kemudian alami demam bahkan bisa mencapai hingga 39-40 derajat celcius, serta banyak mengeluarkan keringat dingin.

Malaria berpotensi mengakibatkan komplikasi berat yang bisa mengenai otak dan kegagalan dari fungsi organ yang lain.

Bahkan dapat menyebabkan pendarahan ginjal dan gangguan urine. 

Baca juga: Hari Malaria: Menkes Sebut Malaria Serupa dengan Covid-19, Berikut Kesamaannya

Malaria juga berkaitan dengan kekurangan gula yaitu hipoglucemia.

Selain itu penyakit ini juga dapat menyebabkan terjadinya kekurangan cairan karena pendarahan sampai dehidrasi.

Ilustrasi demam
Ilustrasi demam (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Lantas benarkah jika penyakit Malaria berakibat fatal bagi ibu hamil?

Menurut dr. H. I. Firmansyah , SH, MH, Sp. PD, KPTI, FINASIM, terdapat kejadian khusus yang terjadi pada malaria

Pasien menderita malaria namun juga berada dalam satu dari tiga kondisi, yakni ibu hamil, penderita HIV, dan malnutrisi.

Tiga kondisi itu biasanya lebih berisiko sehingga punya prosedur kesehatan yang cukup berbeda.

Pasien yang hamil tertular malaria akan akan mengalami gejala lebih berat. Begitu pula pada bayi atau anak-anak. 

"Hal ini dikarenakan orang-orang yang masuk dalam kategori tersebut mudah sekali terkena dehidrasi. Sehingga kondisi menyebabkan kelainan pada fungsi organ dan fisik," katanya katanya dalam live streaming Radio Kesehatan, Rabu (28/4/2021).

Ikuti kami di
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas