Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Wawancara Eksklusif

Kisah Sukses RS Lapangan Tangani Varian Baru Covid-19, Jangan Remehkan Gejala Kecil (2-Habis)

Virus covid-19 varian baru sangat cepat menular. Namun tak perlu panik. Perbanyak olah raga, makan dan istirahat. Itu kiat dari RS Lapangan, Surabaya

Kisah Sukses RS Lapangan Tangani Varian Baru Covid-19, Jangan Remehkan Gejala Kecil (2-Habis)
Surya/saiful
Wawancara Eksklusif News Director Tribun Network sekaligus Pemred Harian Surya, Febby Mahendra Putra (paling kanan) dengan Kepala RS Lapangan Indrapura (RSKI), Laksma Dr dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara SpB Sp BTKV (kedua kanan), dr Fauqa Arinil Aulia, Sp.P.K. selaku Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) RSLI (ketiga kanan) dan Rahardian Jadid, Ketua Relawan Pendamping Program Pendampingan Keluarga Covid-19 (paling kiri) di RS Lapangan Indrapura Surabaya, Kamis (20/5/2021 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Penanggung Jawab Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Indrapura (RSLKI), Surabaya, Laksamana Pertama TNI dr IDG Nalendra Djaya Iswara SpB SpBTKV mengimbau masyarakat tak perlu ketakutan dan panik terdahap munculnya varian baru Covid-19. Namun harus tetap waspada.

Sedangkan bagi orang yang terindikasi terpapar varian baru Covid-19 harus mendapat penangan sedini mungkin. Jangan sampai meremehkan gejala kecil yang muncul.

"Jangan remehkan gejala kecil. Ini kuncinya. Jika ditangani dini kesembuhan mencapai 98 persen," kata dr Nalendra di RSLKI, Kamis (20/5).

Selengkapnya simak lanjutan wawancara eksklusif Direktur Pemberitaan Tribun Network/Pemred Harian Surya Febby Mahendra Putra dengan dr Nalendra. 

Apa pelajaran dari munculnya covid varian baru ini?

Semua harus meningkatkan kewaspadaan. Tak bisa meremehkan hal sepele. Kita harus lebih aware dan memberikan perhatian lebih kepada orang yang bepergian ke luar negeri. Jangan sampai kita kecolongan, sehingga mereka pulang membawa virus mutan.

Meski begitu tidak perlu ketakutan dan panik. Sedini mungkin harus mendapatkan penanganan. Jangan remehkan gejala kecil. Ini kuncinya. Jika ditangani dini kesembuhan mencapai 98 persen.

Bukankah sudah ada vaksinasi?

Saya sampaikan bahwa vaksinasi belum bisa menyelesaikan semua persoalan. Namun langkah ini diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Di India misalnya, warga merasa aman karena sudah vaksin. Lalu mereka euforia. Virus menyesuaikan lagi.

Saatnya kita hidup berdampingan dengan virus. Bersahabat. Tingkatkan imunitas. Caranya, olahraga teratur, makan yang sehat, jangan mengabaikan hal kecil, dan sedini mungkin mendapatkan penanganan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: cecep burdansyah
Sumber: Surya
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas