Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Yuk Kenali Vitiligo, Penyakit Depigmentasi Kulit yang Dapat Dicegah Jika Ditangani Lebih Dini

Vitiliglo memiliki batas jelas pada kulit dan bertambah besar secara progresif akibat hilangnya melanosit fungsional.

Yuk Kenali Vitiligo, Penyakit Depigmentasi Kulit yang Dapat Dicegah Jika Ditangani Lebih Dini
Medical News Today
Penampakan kulit wajah pasien penderita vitiligo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Diantara sejumlah jenis penyakit kulit, vitiligo menjadi salah satu yang menjadi momok. Penyakit yang ditandai oleh perbedaan warna permukaan kulit menjadi tampak keputih-putihan ini membuat penderitanya tidak percaya diri.

Dari kacamata medis, Vitiligo merupakan suatu penyakit depigmentasi didapat pada kulit, membran mukosa, dan rambut yang memiliki karakteristik lesi khas berupa makula berwarna putih susu (depigmentasi).

Vitiliglo memiliki batas jelas pada kulit dan bertambah besar secara progresif akibat hilangnya melanosit fungsional. Terjadinya Vitiligo disebabkan oleh matinya sel melanosit yang bertugas memproduksi warna pada
kulit.

Penyebab matinya sel tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti genetik atau keturunan, penyakit autoimun, dan faktor eksternal seperti terbakar sinar matahari, atau bahan kimia.

Pada kasus Vitiligo, bila gejala awal dapat terdeteksi dan segera mendapatkan penanganan yang tepat, penyakit ini dapat dicegah untuk berkembang pada tubuh penderita.

Penampakan kulit tangan pasien penderita vitiligo.
Penampakan kulit tangan pasien penderita vitiligo. (weartv.com)

Prevalensi global Vitiligo yaitu sekitar 0.5 sampai 2 persen, tidak berbeda dengan prevalensi di Indonesia.

Sementara, populasi laki-laki dan perempuan yang mengalami penyakit ini seimbang, namun pada pasien perempuan dan kasus vitiligo pada anak masalah psikososial lebih terlihat dan menjadi masalah.

Indonesia melalui Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) atau INSDV (indonesian Society Dermatology and Venerology) menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan World Vitiligo Day yang ke-11, yang digelar virtual pada Jumat 25 Juni 2021.

Baca juga: Sinar UV, Krim Topikal, atau Laser, Mana Perawatan Terbaik Penderita Vitiligo?

Mengangkat tema Embracing life with Vitiligo, kegiatan ini mengundang peserta dari kalangan dokter,
psikolog dan semua pasien serta keluarga dan masyarakat yang peduli terhadap penyakit kulit ini.

Diskusi ini juga membedah hal-hal positif apa saja yang dapat dilakukan oleh keluarga dan lingkungan dalam memberikan dukungan kepada pasien Vitiligo.

Baca juga: Penderita Vitiligo Rentan Alami Depresi

Halaman
123
Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas