Tribun Kesehatan

Edukasi Pencegahan DBD

Peringati Hari Nyamuk Sedunia, Ini Tips Cegah DBD yang Efektif di Rumah Anda

Dengan tingginya kasus DBD di Indonesia, jangan sampai Anda lengah! Maka dari itu, penting bagi Anda untuk selalu melakukan pencegahan penyebaran DBD

BizzInsight
Peringati Hari Nyamuk Sedunia, Ini Tips Cegah DBD yang Efektif di Rumah Anda
Shutterstock
Ilustrasi pencegahan penyakit nyamuk dan DBD terhadap keluarga. 

TRIBUNNEWS.COM - Tahukah Anda mengapa tanggal 20 Agustus diperingati sebagai Hari Nyamuk Sedunia?

Mengutip laman IPB University dari Kompas.com, Hari Nyamuk Sedunia mulai diperingati sejak tahun 1897, ketika dokter asal Inggris bernama Donald Ross berhasil membedah nyamuk Anopheles betina dan menemukan Plasmodium, parasit penyebab malaria.

Sejak saat itu, nyamuk Anopheles betina diidentifikasi sebagai sumber penyakit malaria yang mematikan. Berkat penemuannya, 20 Agustus dideklarasikan sebagai Hari Nyamuk Sedunia.

Kini, peringatan Hari Nyamuk Sedunia menjadi bentuk perlawanan terhadap penyakit berbahaya yang ditularkan oleh nyamuk.

Meski berukuran kecil, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebut nyamuk sebagai jenis binatang yang paling mematikan di dunia. 

Data WHO mencatat, 725.000 orang kehilangan nyawa dikarenakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk setiap tahunnya. Angka tersebut melebihi kematian yang disebabkan oleh binatang buas, seperti ular, buaya, atau ikan hiu.

Malaria, misalnya, telah menyumbang angka kematian kurang lebih  409.000 orang di dunia sepanjang tahun 2019.

Selain malaria, banyak penyakit yang ditularkan nyamuk lain dan patut diwaspadai, seperti virus Demam Berdarah Dengue (DBD), Chikungunya, Japanese Encephalitis, Demam Kuning, dan Virus Zika. 

Beberapa jenis penyakit tersebut pun telah beberapa kali mewabah di Indonesia, terutama DBD, yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Melansir Hello Sehat, DBD dapat menyebabkan kematian. Jika tak ditangani dengan segera, pasien DBD dapat mengalami kerusakan pembuluh darah dan kelenjar getah bening, yang kelak menyebabkan kebocoran plasma darah. Pasien dapat kehilangan banyak cairan meski sudah mendapat asupan cairan.

Dalam tahap inilah sistem organ akan gagal menjalankan fungsinya sehingga mengakibatkan kematian.

Ancaman DBD di tengah pandemi

Berdasarkan data WHO, sejak tahun 1968 hingga 2009, Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus DBD tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Saat pertama kali terjadi kasus positif di Surabaya pada tahun 1968, penyakit DBD mulai menyebar luas dan terus bertambah setiap tahunnya.

Terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di tahun 2021, penyebaran DBD pun tak boleh disepelekan. Melansir Kompas, hingga Juli 2021, total kasus DBD yang terjadi di Indonesia telah mencapai 20.290 kasus dengan 171 kematian. Jumlah ini mengalami peningkatan dari total kasus 16.230 dengan 147 kasus kematian pada 14 Juni 2021.

Dengan tingginya kasus DBD di Indonesia, jangan sampai Anda lengah! Nyamuk pembawa DBD aktif menggigit di pagi maupun siang hari. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk selalu melakukan pencegahan penyebaran DBD. Berikut tips-nya:

1. Kunci penting untuk mencegah DBD adalah menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M Plus.

Selain menguras dan menutup penampungan air serta mengubur barang bekas, 3M Plus juga menekankan jenis pencegahan lainnya, yaitu memelihara ikan pemakan jentik, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, gotong royong membersihkan lingkungan, dan menggunakan obat anti nyamuk.

2. Menggunakan obat anti nyamuk, cara ampuh lindungi keluarga

Salah satu bagian dari 3M Plus, yakni menggunakan obat anti nyamuk, merupakan cara yang mudah untuk diterapkan di rumah Anda.

Salah satu obat anti nyamuk pilihan keluarga adalah Soffell. Soffell, produk dari Enesis Group adalah penolak nyamuk nomor 1 di Indonesia yang melindungi dari gigitan nyamuk pada saat beraktivitas di dalam maupun luar rumah, serta saat tidur di malam hari.

Soffell mengandung konsentrasi bahan aktif DEET 13% optimal yang efektif tolak nyamuk, tetapi aman dan tidak panas di kulit.

Kini, Soffell juga memiliki varian Soffell Alamia, penolak nyamuk nomor 1 di Indonesia dari ekstrak daun Cymbopogon yang cocok untuk kulit lembut, tidak panas dan tidak lengket di kulit, dan dapat digunakan pada kulit sensitif serta anak-anak berusia di atas 7 tahun.

Ilustrasi pencegahan penyakit nyamuk dan DBD terhadap keluarga.

Soffell Alamia hadir dalam kemasan spray dan lotion dengan dua varian, Mint Geranium dan Yuzu Tea Fresh. Satu kali oles atau semprot Soffell Alamia ampuh untuk menolak nyamuk hingga 8 jam.

Obat nyamuk lain yang memberi Anda perlindungan ekstra adalah ForceMagic, produk Aerosol 2in1 penolak nyamuk yang ampuh membunuh nyamuk hingga 100%.

Sebagai bentuk perlindungan dari bahaya nyamuk di lingkungan sekitar, produk lainnya dari Enesis Group, yaitu ForceMagic memiliki formula synergist yang langsung menyerang sistem saraf nyamuk, minyak eukaliptus untuk menolak nyamuk, serta bahan aktif synthetic pyrethroid (transflutrin dan permethrin) dari ekstrak bunga krisantemum yang memberikan perlindungan lebih, tetapi tetap ramah lingkungan. 

Kini ForceMagic hadir dengan varian baru, yakni ForceMagic 2in1 POP Art, yang efektif melumpuhkan nyamuk dan serangga dengan tepat sasaran, sebab dapat menyebar ke tempat-tempat yang sulit dijangkau.

Soffell dan ForceMagic

ForceMagic 2in1 POP Art hadir dalam 4 varian, Pink, Green Apple, Lemon Fresh, dan Orange Peel dengan bau yang tidak menyengat, serta menggunakan gas non-CFC dan kemasan kaleng yang dapat didaur ulang.

Selain ramah lingkungan, ForceMagic juga tidak membahayakan saluran pernapasan meski saat sedang bekerja mengusir nyamuk di dalam ruangan, sehingga aman untuk semua anggota keluarga.

Dengan memahami bahaya penyakit yang ditularkan nyamuk, Hari Nyamuk Sedunia merupakan momen yang tepat untuk menyiapkan perlindungan ekstra untuk keluarga tercinta. Yuk, cegah DBD dan penyakit lainnya dari rumah Anda dengan Soffell dan ForceMagic! Temukan produk Soffell dan ForceMagic di Official Store Enesis.

Penulis: Anniza Kemala/Editor: Bardjan    

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas