Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Atur Jarak Kehamilan Cegah Anak Lahir Stunting dan Autism

Beberapa tahun terakhir cakupan pelayanan KB di rumah sakit cenderung mengalami penurunan.

Atur Jarak Kehamilan Cegah Anak Lahir Stunting dan Autism
Humas BKKBN
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beberapa tahun terakhir cakupan pelayanan KB di rumah sakit cenderung mengalami penurunan.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo memaparkan, terutama sejak dimulainya pelaksanaan JKN tahun 2014, dimana terdapat beberapa kendala, seperti adanya rujukan pelayanan secara berjenjang dan rujukan yang dilakukan harus berdasarkan indikasi medis serta adanya masalah pembiayaan pelayanan KB terutama pada KB pasca persalinan.

"Ditambah lagi dengan kondisi pandemi saat ini, RS fokus untuk melakukan penanganan Covid-19, disamping masyarakat yang ke rumah sakit juga menurun," terang Hasto saat membuka kegiatan Pertemuan Advokasi Revitalisasi Pelayanan KB Rumah Sakit yang diselenggarakan tanggal 1-8 September 2021 secara virtual pada Rabu (1/9/2021).

Dari data BKKBN, pelayanan KB di rumah sakit tahun 2020 berjumlah 1.039.327 dari total jumlah pelayanan KB sejumlah 38.406.660, atau hanya sekitar 2,7%.

Baca juga: Ingin Cegah Kehamilan Tak Direncanakan? Gunakan 3 Alat Kontrasepsi Darurat Ini

Oleh karena itu, sangat diperlukan kerja sama dan dukungan mitra kerja, seperti organisasi profesi, perhimpunan dan asosiasi rumah sakit.

Hal ini sangat penting untuk keberhasilan revitalisasi pelayanan KB di rumah sakit.

Menanggapi hal tersebut, United Nation Population Fund (UNFPA) Representative in Indonesia Anjali Sen mengatakan, ketersediaan dan aksesibilitas kontrasepsi di RS merupakan hal yang esensial, terutama untuk perempuan yang mengalami komplikasi dan membutuhkan untuk menunda kehamilan selanjutnya.

"Untuk memberikan pelayanan KB yang berkualitas, perlu memperhatikan berbagai aspek termasuk ketersediaan sumberdaya manusia, kesehatan, struktur organisasi, menawarkan berbagai metode kontrasepsi modern, peralatan medis, serta aspek finansial, semua komponen ini perlu dipersiapkan”, kata Anjali.

Pada masa pandemi Covid-19 yang sedang dihadapi saat ini, RS dan fasilitas kesehatan melaporkan kelebihan kapasitas.

Halaman
12
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas