Tribun Kesehatan

Virus Corona

Handoko Gunawan: Long Covid Terjadi Karena Adanya Peradangan Hebat Akibat Badai Sitokin

Long Covid adalah gejala yang terus timbul, dan dialami oleh pasien Covid-19 dalam kurun waktu 3 bulan lebih.

Editor: Toni Bramantoro
Handoko Gunawan: Long Covid Terjadi Karena Adanya Peradangan Hebat Akibat Badai Sitokin
Dok. BFI
Para narasumber Webinar Biotek Farmasi Indonesia beberapa waktu lalu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan, jumlah kasus positif di Indonesia saat ini telah mencapai lebih dari 4 juta kasus.

Adapun dari data komunitas penyintas Covid-19, Covid Survivor Indonesia, sejumlah 70 persen dari para penyintas mengalami Long Covid.

Long Covid adalah gejala yang terus timbul, dan dialami oleh pasien Covid-19 dalam kurun waktu 3 bulan lebih.

Menurut para ahli, Long Covid ini terjadi karena adanya peradangan hebat akibat badai sitokin, yakni ketika tubuh bekerja terlalu aktif sehingga berisiko merusak jaringan-jaringan tubuh.

Adapun gejala Long Covid yang disampaikan oleh Dokter Spesialis Paru, dr. Handoko Gunawan, Sp.P, FCPP di Webinar Biotek Farmasi Indonesia beberapa waktu lalu, di antaranya ialah, lelah berkepanjangan, tidak enak badan setelah beraktivitas, hingga gangguan fungsi otak.

Di kesempatan yang sama, dr. Darmadi Gunawan, Sp.KFR, Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi dalam penjelasannya menambahkan, “Varian keluhan seperti sakit kepala, sesak napas, ansietas, nyeri dada, gangguan konsentrasi, mual, muntah, demam, diare, anosmia juga dilaporkan dapat dialami oleh pasien Long Covid”.

Lalu bagaimana cara mengatasi gejala Long Covid ini? Para dokter menyarankan, bagi pasien Long Covid agar setiap harinya tetap menjaga pola makan dengan gizi seimbang, rutin mengonsumsi asupan cairan sebanyak 2 liter, dan melakukan aktivitas sesuai program dari fisioterapi. Dukungan vitamin dan mineral lainnya juga dianjurkan untuk memperkuat sistem imun tubuh.

Sementara itu, angka kasus baru positif Covid-19 menurun drastis dalam 2 bulan terakhir. Tercatat, 8 Agustus 2021 kasus baru berjumlah 26.415, lalu 8 September 2021 kasus baru jumlahnya menurun menjadi 6.731, dan 8 Oktober 2021 kasus baru menurun lagi menjadi 1.384.

Apakah hal ini berarti kita di Indonesia sudah bisa bebas dari Covid-19 dalam waktu dekat? Tidak. Bahkan dalam arahan Presiden Joko Widodo melalui akun instagramnya (@jokowi) pada Senin 27/9/2021 menyampaikan bahwa "… Kini, kita bersiap untuk hidup berdampingan dengan Covid-19, dan menyambut pandemi ini sebagai endemi, karena Covid-19 tak kan hilang dari muka bumi dalam waktu yang lama...".

Latar belakang inilah yang mendorong PT Biotek Farmasi Indonesia menggelar Web Seminar (Webinar)  dengan Topik 'Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bertahan dengan Cara Sekarang atau Ada Terobosan Perubahan?'

Untuk memberikan informasi yang Ilmiah, Relevan dan Terpercaya dengan narasumber para pakar kedokteran demi melengkapi rakyat Indonesia untuk hidup berdampingan dengan Covid-19, disertai dengan adanya keyakinan bahwa salah satu produk dari Biotek Farmasi Indonesia yang telah diteliti dan dikembangkan selama bertahun-tahun, serta telah mendapat Nomor Izin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yakni VIRADEF, merupakan terobosan baru dalam penanganan Covid-19 yang juga akan menjalani Uji Klinis.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas