Tribun Kesehatan

Virus Corona

Kasus Melonjak, Profesor Denmark Sebut Omicron Jadi Strain Dominan

Para peneliti telah memperingatkan bahwa omicron bisa lebih berbahaya dan resisten terhadap vaksin karena jumlah mutasinya yang lebih besar.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Kasus Melonjak, Profesor Denmark Sebut Omicron Jadi Strain Dominan
Justin TALLIS / AFP
Gambar ilustrasi yang diambil di London pada 2 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar bertuliskan 'Omicron', nama varian baru covid 19, dan ilustrasi virus. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, COPENHAGEN - Direktur State Serum Institute (SSI), Henrik Ullum mengatakan sebanyak 183 kasus strain baru virus corona (Covid-19) Omicron, sejauh ini telah ditemukan di Denmark.

Mirisnya, lonjakan yang nyata ini hanya terjadi dalam hitungan hari.

"Kami melihat peningkatan mengkhawatirkan dalam jumlah kasus terinfeksi Omicron di Denmark. Sekarang ada rantai infeksi yang sedang berlangsung, di mana infeksi terlihat diantara orang-orang yang belum bepergian atau memiliki hubungan dengan pelancong," kata Ullum.

Menurutnya, pekerjaan yang intensif saat ini sedang dilakukan untuk memperlambat perkembangan dengan deteksi laboratorium yang cepat dari strain virus ini sesegera mungkin.

Sementara itu, masih ada sejumlah pertanyaan yang belum terjawab tentang varian baru ini, mulai dari seberapa menularnya hingga apakah vaksin saat ini cukup efektif melawan omicron.

Baca juga: Sekretaris Kabinet Jepang Umumkan Seorang Anak Terinfeksi Omicron

Ullum pun menegaskan bahwa sangat penting bagi lebih banyak orang untuk mendapatkan vaksinasi.

"Kekebalan yang tinggi membuat masyarakat kita lebih tahan jika infeksi Omicron meningkat lebih lanjut," jelas Ullum.

Baca juga: Thailand Deteksi Potensi Kasus Pertama Omicron

Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (6/12/2021), menurut seorang Profesor Virologi Eksperimental di Universitas Kopenhagen, Allan Randrup Thomsen, ada banyak indikasi yang menunjukkan bahwa varian Omicron bersifat lebih menular dibandingkan Delta yang sebelumnya dianggap paling berbahaya.

Baca juga: Jumlah Kasus Omicron di Inggris Melonjak 50 Persen dalam 24 Jam

"Tampaknya menyebar lebih banyak, dan tampaknya lebih mudah menyebar ke orang yang sebelumnya terinfeksi," kata Thomsen.

Kendati demikian, pada saat yang sama, ia menekankan bahwa perjalanan penyakit yang disebabkan omicron ini tidak separah Delta.

Thomsen berpendapat bahwa omicron pada akhirnya akan menjadi strain yang dominan, namun ia menolak untuk memprediksi kapan tepatnya hal itu akan terjadi.

Baca juga: Varian Omicron Merebak di AS, Terdeteksi di 16 Negara Bagian

Teridentifikasi kali pertama di Afrika Selatan, varian Omicron telah mendorong pemerintah di seluruh dunia untuk meluncurkan peningkatan aturan pembatasan perjalanan dan mengambil langkah-langkah kesehatan masyarakat tingkat lanjut.

Banyak negara yang telah menutup perbatasannya untuk turis asing yang datang dari negara kawasan Afrika, terlepas dari apakah mereka memiliki sertifikat vaksinasi penuh atau telah pulih dari Covid-19.

Karena strain Omicron telah mencapai beberapa negara Eropa, dengan angka infeksi yang meningkat, para peneliti telah memperingatkan bahwa omicron bisa lebih berbahaya dan resisten terhadap vaksin karena jumlah mutasinya yang lebih besar dibandingkan varian sebelumnya.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas