Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Mengenal Metode DRS Saat Pertolongan Pertama Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Gawat darurat tak pernah mengenal waktu. Situasi mendadak ini dapat terjadi pada siapa pun, kapanpun, dan dimanapun. Misalnya kecelakaan lalu lintas.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
zoom-in Mengenal Metode DRS Saat Pertolongan Pertama Korban Kecelakaan Lalu Lintas
Fox News
Ilustrasi kecelakaan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kondisi gawat darurat tak pernah mengenal waktu. Situasi mendadak ini dapat terjadi pada siapa pun, kapanpun, dan dimanapun.

Terbatasnya waktu untuk menyelamatkan korban gawat darurat menyebabkan perlunya penanganan yang cepat, tepat, dan cermat sesuai standar.

Tak perlu panik, simak metode DRS untuk pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas yang disampaikan oleh dr. Masni Meria Silalahi selaku Head of Emergency di Siloam Hospitals Jambi.

1. Danger: Pastikan Lingkungan Sekitar Jauh dari Bahaya

Pada saat terjadi kecelakaan dan kita hendak menolong, pastikan lingkungan sekitar dalam kondisi yang aman.

Jika kecelakaan terjadi di tengah jalan raya, tindakan sementara yang dapat dilakukan adalah dengan mengalihkan arus lalu lintas. Akan lebih baik lagi jika ada pihak berwajib yang mengatur lalu lintas agar korban kecelakaan tetap terjaga di posisinya.

Baca juga: Psikolog UGM Ungkap Cara Memberikan Pertolongan Pertama Saat Muncul Keinginan Akhiri Hidup

Rekomendasi Untuk Anda

“Pertolongan pertama tidak bisa dilakukan selama kita sendiri berisiko menjadi korban kecelakaan susulan. Jika ingin menolong, pastikan dulu lingkungan aman dan jauh dari bahaya," kata Masni dalam sesi edukasi pertolongan pertama korban kecelakaan via Zoom belum lama ini.

2. Response: Cek Respon Korban Kecelakaan

Cara paling mudah untuk mengetahui kondisi korban adalah dengan menepuk bahu dan menanyakan namanya.

Jika korban masih bisa menjawab, berarti korban berada dalam kondisi yang sadar.

Namun, apabila tidak ada jawaban dari korban, maka perlu tindakan lebih lanjut dari pihak medis untuk membantu menyadarkan korban.

Selama menangani korban kecelakaan gawat darurat, dr. Masni umumnya sering menemui kasus trauma di leher.

Kasus tersebut sangat krusial dan berisiko menimbulkan cedera susulan apabila ditangani dengan cara yang salah. Secara lebih serius, dr. Masni mengungkapkan bahwa trauma di leher juga dapat mengakibatkan kelumpuhan.

“Untuk penanganan pada leher, biasanya membutuhkan dua orang. Satu orang memegang sisi kepala belakang dengan lurus, satu orang lainnya menstabilkan posisi kepala bagian depan. Pastikan leher tampak lurus. Itu saja tugasnya, kemudian tunggu hingga petugas medis datang.”

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas