Tribun Kesehatan

Binawan Kembali Berangkatkan 22 Tenaga Kesehatan Terampil ke Kuwait

Binawan Group (Binawan) memberangkatkan 22 tenaga Kesehatan ke Kuwait awal pekan ini untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Sanusi
zoom-in Binawan Kembali Berangkatkan 22 Tenaga Kesehatan Terampil ke Kuwait
HO
Binawan Group (Binawan) memberangkatkan 22 tenaga Kesehatan ke Kuwait awal pekan ini untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan 330 tenaga Kesehatan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Binawan Group (Binawan) memberangkatkan 22 tenaga Kesehatan ke Kuwait awal pekan ini untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan 330 tenaga Kesehatan (Nakes) yang terdiri dari perawat terampil di Kuwait Healthcare Institution.

Para perawat ini selanjutkan akan ditempatkan bekerja di Alorf Hospital Kuwait, Royal Hayat Hospital dan NAS Clinic dan seluruhnya dinyatakan telah memenuhi standar kompetensi global siap diberangkatkan.

Dengan penempatan ini, maka Binawan telah berhasil memenuhi permintaan tenaga kesehatan dari negara-negara Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Arab Saudi.

Baca juga: Pacu Kompetensi Pekerja Migran ke Jepang, Binawan Teken Kerjasama dengan AOTS

Kegiatan pelepasan para nakes dihadiri Dubes RI untuk Kuwait Lena Maryana dan Chairman Binawan Group, Saleh Alwaini.

Dubes Lena Maryana menjelaskan, job order di Kuwait saat ini cukup besar permintaan standar kompetensinya, namun tantangan yang saat ini dihadapi adalah memotong birokrasi agar permintaan cukup besar di Kuwait ini bisa segera dipenuhi.

"Karena dari negara-negara lain kita juga punya saingan yang cukup banyak dan menurut saya para tenaga kesehatan Indonesia ini tidak kalah dari negara-negara lainnya untuk memenuhi permintaan di Kuwait," ujar Dubes Lena Maryana.

Dia menambahkan, dengan dukungab Binawan dan juga dari pihak-pihak lain, dia berharap permintaan job order dari Kuwait ini bisa segera dipenuhi.

Baca juga: Permintaan Tenaga Kesehatan Tinggi, Binawan Kirim 150 Nakes Terlatih ke Arab Saudi

"Bersama dengan lembaga-lembaga lain, IHTP melakukan kerjasama untuk merekrut tenaga kesehatan yang berminat untuk bekerja di luar negeri dan memberikan pelatihan untuk memenuhi standar internasional yang dipersyaratkan," ujarnya.

Para tenaga kesehatan yang berminat harus mengikuti persiapan berupa kursus bahasa asing, matrikulasi kompetensi keperawatan, pelatihan berbagai spesialisasi khusus sesuai standarisasi yang dipersyaratkan oleh lembaga pelayanan kesehatan di luar negeri.

Selain berbagai pelatihan tersebut para perawat diwajibkan mengikuti tes International Prometric, terkait hal ini Binawan juga menyelenggarakan persiapan untuk menghadapi tes tersebut.

Chairman Binawan Group Saleh Alwaini menyampaikan, untuk Kuwait perusahaannya memperoleh permintaan sebanyak 300 perawat, dan permintaan itu telah dilegalisir resmi oleh KBRI Kuwait.

"Hari ini kita memberangkatkan 21 orang dan semalam sudah diberangkatkan 1 orang dan jumlahnya menjadi 22 orang untuk tujuan Kuwait," ungkapnya.

Dalam proses seleksi penempatan kerja di luar negeri dibutuhkan training, Binawan menyiapkan Binawan Training Center untuk para kandidat dan setelah itu dilakukan lokal interview dan user interview langsung dari negara penempatan, dan setelah lulus seleksi akan ada proses dokumen dan visa.

Terkait penempatan kerja tenaga kesehatan Indonesia ke luar negeri, Binawan tidak sendiri. Program ini tentunya akan terlaksana dengan dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan. Binawan mendapatkan kepercayaan penuh dan kerjasama baik dengan pemerintah Kuwait yang diwakili oleh Duta Besar Kuwait dan sub-pemerintah Indonesia, yaitu perwakilan Duta Besar Indonesia di negara-negara penempatan kerja seperti UAE, Kuwait, Jepang, Jerman, dan Australia.

“Kami berterima kasih kepada KBRI di Kuwait yang dengan cepat melakukan tahapan terhadap seluruh dokumen permintaan perawat kepada Biinawan. Kami juga barus saja melepaskan 150 orang perawat ke Saudi arabia, dan telah dilepas oleh Ibu Menteri Ketenagakerjaan dan begitu selanjutnya kami pun telah memperoleh permintaan 500 orang perawat untuk Jerman dan 200 orang perawat untuk Inggris," kata Saleh Alwaini.

Wiki Terkait

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas