Tribun Kesehatan

Penyakit Cacar Monyet

Hindari Stigmatisasi dan Diskriminasi, WHO akan Ganti Nama Cacar Monyet

WHO akan mengganti nama monkeypox atau cacar monyet. Nama virus itu dinilai diskriminatif dan menstigmatisasi.

Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Daryono
zoom-in Hindari Stigmatisasi dan Diskriminasi, WHO akan Ganti Nama Cacar Monyet
freepik
WHO akan mengganti nama monkeypox atau cacar monyet untuk menghindari diskriminasi dan stigmatisasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengganti nama monkeypox atau cacar monyet.

WHO khawatir bahwa nama itu dapat dianggap rasis.

Selain itu, nama monkeypox mungkin tidak secara akurat menggambarkan asal virus.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada pertengahan Juni bahwa organisasi tersebut akan mengganti nama monkeypox.

“WHO juga bekerja sama dengan mitra dan pakar dari seluruh dunia untuk mengubah nama virus #monkeypox, cladesnya, dan penyakit yang ditimbulkannya."

"Kami akan membuat pengumuman tentang nama-nama baru sesegera mungkin, ” katanya, menurut WHO, seperti dikutip dari The Hill, Selasa (16/8/2022).

Baca juga: Cara Terbaik Terhindar dari Cacar Monyet Menurut Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik

Sekelompok ilmuwan menulis pernyataan bersama pada awal Juni yang mendesak agar cacar monyet diganti namanya.

Mereka menyebut nama saat ini diskriminatif dan menstigmatisasi.

“Persepsi yang berlaku di media internasional dan literatur ilmiah adalah bahwa (virus cacar monyet) endemik pada orang-orang di beberapa negara Afrika."

"Namun, sudah diketahui dengan baik bahwa hampir semua wabah (virus cacar monyet) di Afrika sebelum wabah 2022, merupakan akibat dari limpahan dari hewan ke manusia dan jarang ada laporan tentang penularan berkelanjutan dari manusia ke manusia,” kata mereka.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas