Tribun Kesehatan

Ahli Peringatkan Pengguna Implan Payudara Akan Risiko Kanker

Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat peringatkan perempuan yang memiliki implan payudara bisa memicu kanker

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Erik S
zoom-in Ahli Peringatkan Pengguna Implan Payudara Akan Risiko Kanker
Shutterstock
(Ilustrasi kanker pada wanita) Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat peringatkan perempuan yang memiliki implan payudara. Bahwa ada kanker yang tidak biasa dan berkembang di jaringan parut implan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat peringatkan perempuan yang memiliki implan payudara. Bahwa ada kanker yang tidak biasa dan berkembang di jaringan parut implan. 

Walau jarang terjadi, tetapi hal ini bisa berisiko pada semua jenis implan. Termasuk implan dengan permukaan bertekstur dan halus, dan implan yang diisi dengan garam atau silikon.

Para ilmuwan telah mengaitkan kanker yang tidak biasa. Disebut dengan limfoma sel besar anaplastik, terutama dengan implan bertekstur. Sedangkan pada bagian luar implan yang kasar dimungkinkan dapat menyebabkan lebih banyak peradangan daripada implan halus. 

Baca juga: Penyebab Kanker: Mulai dari Radiasi, Sinar UV hingga Asap Rokok

Limfoma sendiri adalah kanker sistem kekebalan tubuh. Selain itu, dalam beberapa kasus, perempuan didiagnosis setelah bertahun-tahun melakukan implan payudara. Di antara gejalanya adalah pembengkakan, nyeri, benjolan dan perubahan pada kulit.

"Meskipun limfoma dan kanker lain di daerah sekitar implan mungkin jarang terjadi, “penyedia layanan kesehatan dan orang yang memiliki atau sedang mempertimbangkan implan payudara harus menyadari bahwa kasus telah dilaporkan ke FDA dan dalam literatur,” ungkap pihak FDA dikutip dari Indiana Express, Selasa (14/9/2022).

Seorang juru bicara agensi, Audra Harrison, mengungkapkan jika kemunculan kanker baru ini adalah sebuah alarm. Namun, peringatan seharusnya tidak menimbulkan kekhawatiran yang meluas. 

Baca juga: Cerita Cinta Penelope Sempat Idap Kanker Selama 5 Tahun hingga Gagal Program Bayi Tabung

Nyatanya, kasus limfoma selain Anaplastic Large Cell Lymphoma (ALCL)) pada perempuan dengan implan payudara telah dilaporkan dalam literatur ilmiah selama sekitar satu dekade.

Hal ini diungkapkan oleh Dr. Mark Clemens, profesor bedah plastik di University of Texas MD Anderson Cancer Center di Houston.

Tidak hanya itu, bahwa jaringan parut, seperti yang dihasilkan dari operasi implan payudara juga sudah lama diketahui, dapat menghasilkan karsinoma sel skuamosa.

Baca juga: 7 Gejala Kanker Prostat yang Perlu Diwaspadai, Diantaranya Disfungsi Ereksi

“Luka yang mencoba sembuh, dan berusaha sembuh untuk waktu yang lama, bisa berkembang menjadi seperti ini,” katanya. Tetapi sifat yang tepat dari hubungan antara implan dan kanker, dan apakah implan menyebabkan kanker, belum jelas," papar dr Mark

Pada tahun tertentu, sekitar 400.000 wanita mendapatkan implan payudara di Amerika Serikat, 300.000 untuk alasan kosmetik. Lalu sekitar 100.000 untuk rekonstruksi setelah mastektomi dilakukan untuk mengobati atau mencegah kanker payudara.

Namun, jumlahnya turun secara substansial selama tahun pertama pandemi, menurut American Society of Plastic Surgeons.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas