Tribun Kesehatan

Alasan Mengapa Gula Bisa Membuat Ketagihan dan Cara Mengatasi Sugar Craving

Mengapa gula begitu adiktif atau membuat ketagihan, dan bagaimana kita bisa menyiasatinya agar tidak menjadi sugar craving?

Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Garudea Prabawati
zoom-in Alasan Mengapa Gula Bisa Membuat Ketagihan dan Cara Mengatasi Sugar Craving
sciencefocus.com
Ilustrasi gula. Berikut penjelasan mengapa gula begitu adiktif atau membuat ketagihan, dan bagaimana kita bisa menyiasatinya agar tidak menjadi sugar craving? 

Makan gula, kata Zubairi, bisa melepas dopamin dalam tubuh yang bisa memengaruhi rasa senang.

"Kenapa bisa jadi adiktif? Makan gula itu melepaskan dopamin dalam tubuh kita. Sehingga kita merasakan 'kesenangan', ingin mengulanginya lagi, dan frekuensinya akan makin meningkat," teranganya.

Zubairi juga membeberkan mengapa orang cenderung menganggap enteng gula.

Menurutnya, gula lebih bisa diterima secara sosial ketimbang alkohol, sehingga hal itu membuatnya lebih sulit dihindari.

Lantas bagaimana cara mengatasi sugar craving atau ketagihan gula?

Sebuah riset membuktikan, orang yang tidak mengonsumsi gula sama sekali selama dua minggu, bisa mengontrol keinginannya untuk konsumsi gula.

Cara lain yang bisa dilakukan mengatasi suar craving adalah dengan berpuasa. Bagi yang muslim bisa puasa Senin Kamis.

"Selanjutnya adalah membiasakan memuaskan hasrat gula dengan lebih sehat. Beralihlah ke wortel, labu, kelapa, pisang, anggur, atau kurma. Lalu, lakukan olahraga--yang melepaskan endorfin--sehingga Anda 'merasa baik' dan itu bisa membantu mengurangi keinginan Anda konsumsi gula," jelasnya.

Baca juga: Es Teh Indonesia Viral soal Kadar Gula, Berapa Batas Konsumsi Gula Setiap Hari? Ini Penjelasannya

Ia mengingatkan, batas asupan harian gula yang pas dan baik yakni tidak lebih dari 10 persen kebutuhan energi.

"Ini setara dengan 4 sendok makan atau 50 gram per hari. Untuk pasien diabetes harus di bawah 4 sendok teh," lanjutnya.

Jika kandungan gula dalam tubuh berlebihan, akan menyebabkan kadar gula meningkat yang nantinya bisa berdampak pada kesehatan.

Kadar gula darah yang tinggi ini akan diubah oleh tubuh menjadi lemak sehingga dapat menyebabkan obesitas.

Dari kondisi obesitas itu, risiko terkena kanker, gangguan jantung, dan otak akan lebih besar.

"Gula tetap bermanfaat. Salah satu fungsinya dalam metabolisme tubuh adalah menyediakan energi untuk menggerakkan aktivitas kita. Tapi, upayakan mengonsumsi gula alami seperti buah dan jangan lengah terhadap gula tambahan," tandas Zubairi.

(Tribunnews.com/Tio)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas