Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Perbedaan HIV dan AIDS, Beserta Penularan dan Pengobatannya

Simak perbedaan HIV dan AIDS dengan penularan serta pengobatannya. HIV merupakan virus yang berkembang dan menjadi penyakit AIDS.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Pondra Puger Tetuko
zoom-in Perbedaan HIV dan AIDS, Beserta Penularan dan Pengobatannya
Freepik
Ilustrasi HIV - Perbedaan HIV dan AIDS, HIV merupakan virus yang berkembang menjadi penyakit AIDS. 

- Berbagi makanan atau minuman;

- Air liur, air mata, serta keringat;

- Handuk dan tempat tidur;

- Nyamuk atau serangga.

Pengobatan HIV

Untuk mengurangi laju penularan HIV di masyrakat, pada 1996 ditemukannya pengobatan antiretroviral (ARV).

Antiretroviral (ARV) ini merupakan bagian dari terapi pengobatan penderita HIV agar mengurangi risiko penularannya, menghambat perburukan infeksi oportunisitk, dan meningkatkan kualitan hidup pendertia HIV.

Rekomendasi Untuk Anda

Dikutip dari kemkes.go.id, WHO merekomendasikan ARV jenis dolutegravir untuk obat pengidap HIV.

Dolutegravir ini berguna untuk menghambat integrase enzim yang dibutuhkan oleh HIV untuk memasukkan virusnya ke DNA dari sel T CD4.

Diketahui, dolutegravir ini menghambat pekerjaan enzim tersebut agar vidrus tidak tersebar luas.

Dosis dolutegravir

- Untuk pasien dewasa dan remaja di atas usia 12 tahun dengan berat badan 40 kg atau lebih, serta pernah atau belum pernah mengonsumsi ARV akan diberi dosis 50 mg sehari sekali.

- Untuk 50 mg dua kali sehari akan diberikan kepada pasien yang sudah pernah mengonsumsi penghambat integrase.

- Sebanyak 50 mg dua kali sehari juga diberikan kepada mereka yang mengonsumsi obat-obatan tanpa mempertimbangkan paparan terhadap penghambat integrasenyam seperti obat efavirenz, rifampin, ritonavir, dan tipranavir.

Efek samping dolutegravir

Mereka yang mengonsumsi obat dolutegravir ini akan merasakan efek sampingnya seperti sakit kepala, mual, hingga diare.

Tetapi, proporsi dengan reaksi parahnya hanya satu persen.

(Tribunnews.com/Pondra Puger)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas