Tribun Kesehatan

IDAI Ungkap Beberapa Alasan Orang Tua di Kabupaten Pidie Aceh Enggan Imunisasi Polio Anaknya

dr Raihan menyebut ada beberapa alasan orangtua tidak melakukan imunisasi pada anaknya. Salah satunya menganggap tidak perlu untuk imunisasi.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Dewi Agustina
zoom-in IDAI Ungkap Beberapa Alasan Orang Tua di Kabupaten Pidie Aceh Enggan Imunisasi Polio Anaknya
Warta Kota/Nur Ichsan
dr Raihan menyebut ada beberapa alasan orangtua tidak melakukan imunisasi pada anaknya. Salah satunya menganggap tidak perlu untuk imunisasi. Foto tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang bersama Kader Posyandu Wijaya Kusuma RW 06 Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, memberikan layanan kesehatan pada pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), Senin (1/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus Polio kembali ditemukan setelah Indonesia sebelumnya dinyatakan telah terbebas dari penyakit Polio.

Kasus Polio tersebut ditemukan di Kabupaten Pidie, Aceh.

Menurut Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Raihan, SpA(K), memang cakupan imunisasi di Provinsi Aceh rendah.

"Empat tahun terakhir merah (rendah) semua di Provinsi Aceh untuk suntikan dari 2018 banyak merahnya, yaitu di bawah 60 persen. Tahun 2022 semua kabupaten tidak mencapai target, imunisasi suntikan dan oral menurun sangat tajam," paparnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (2/12/2022).

Baca juga: Rendahnya Imunisasi Tingkatkan Risiko Tinggi Polio di 30 Provinsi di Indonesia

Menurut dr Raihan, ada beberapa alasan orangtua tidak melakukan imunisasi pada anaknya.

Alasan ini diketahui setelah Dinas Kesehatan Pidie melakukan sebuah survei.

Alasan pertama untuk imunisasi OPV yang paling besar adalah sebanyak 39,05 persen menganggap tidak perlu.

Kedua, sebanyak 28,31 persen khawatir anak akan sakit atau demam usai vaksin.

"Pemahaman terhadap penyakit diderita anaknya tidak begitu baik, khawatir anak jadi rewel," kata dr Raihan menambahkan.

Alasan ketiga terbesar dari sisi agama yaitu 22,89 persen.

Sedangkan pada imunisasi IPV alasan penolakan terbesar adalah khawatir anak demam atau sakit yaitu sebesar 39,51 persen.

Baca juga: Ketua IDAI Sebut Ketidaktahuan Masyarakat Terhadap Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Imunisasi

Kedua, menganggap tidak perlu yaitu 30,24 persen, takut disuntik 19,1 persen, alasan agama 12 persen dan Kejadian Pasca Imunisasi (KIPI) 4 persen.

Keempat takut disuntik 9,35 persen dan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) 0,4 persen.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas