Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Hal yang Harus Diperhatikan Penderita Diabetes Jika Berpuasa

Jangan mengkonsumsi karbohidrat sederhana karena cepat terserap yang akhirnya mudah memicu hipoglikemia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Hal yang Harus Diperhatikan Penderita Diabetes Jika Berpuasa
Tribunnews.com
Ilustrasi Puasa-Bacaan Niat Puasa Qadha dan Doa Buka Puasa, Tulisan Arab dan Latin, Dilengkapi Artinya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penderita tetap bisa menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan. Namun, ada hal yang harus diperhatikan. Terutama asupan kalorinya.

Demikian dikatakan Dewan Penasehat Physician International Society for Pedriatric and Adolescents Diabetics (ISPAD), Prof Dr dr Aman Bhakti Pulungan, FAAP, FRCP (Hon).

"Misalnya begini, dia anak umur 10 tahun, kalorinya sekitar 2000 saat sebelum puasa. Jadi karbohidrat yang dibutuhkan adalah 250 gram dari total kebutuhan kalorinya. Kalau diabetes, karbohidrat dihitung," ungkapnya pada media workshop Prodia, Kamis (30/3/2023). 

Dari total 250 karbohidrat, selama bulan puasa perlu kurangi hingga 80 persen. 

Baca juga: Meningkat 70 Kali Lipat, Banyak Orangtua Belum Sadar Anak Bisa Idap Diabetes 

"Biasanya saat berbuka kita kasih sekitar 50 persen (karbohidrat), lalu 30 persen pada saat sahur," paparnya lagi. 

Hanya saja kata Prof Aman idealnya adalah fifty-fifty untuk cegah hipoglikemia. 

Rekomendasi Untuk Anda

Kedua, dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat yang kompleks. 

Jangan mengkonsumsi karbohidrat sederhana karena cepat terserap yang akhirnya mudah memicu Hiperglikemia.

"Roti, pilih gandum. Terus beras itu juga ada beberapa beras karbo lebih kompleks, dan juga indeks glukemi lebih rendah. Kalau protein bebas," kata Prof Aman lagi. 

Lebih lanjut Prof Aman menjelaskan jika sebelum puasa, pasien diabetes harus paham untuk cek gula darah sendiri. 

Selain itu harus paham, tanda-tanda kegawatan saat hipoglikemia.

Kalau tanda-tanda hipoglikemia muncul, maka sebaiknya puasa harus dibatalkan. 

"Jadi sahur cek gula darah, pagi dia cek gula, siang cek gula darah. Kemudian kira-kira dua jam sebelum buka cek gula darah. Jadi boleh sebetulnya dia berpuasa," tutupnya. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas