Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Terlalu Sering Duduk Bisa Picu Risiko Penyakit Jantung hingga Sindrom Metabolik

Gejala pertama adalah obesitas atau indeks massa tubuh (IMT) > 30 kg/m2. Tanda obesitas juga bisa dilihat dari lingkar pinggang.  

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Terlalu Sering Duduk Bisa Picu Risiko Penyakit Jantung hingga Sindrom Metabolik
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Istilah sedentary lifestyle mungkin jarang terdengar. 

Namun, dalam praktiknya, gaya hidup sedentary sudah ramai dilakukan. 

Sedentary lifestyle adalah gaya hidup yang tidak aktif atau tidak banyak bergerak. 

Biasanya banyak dihabiskan dengan duduk atau hanya berdiam diri.

Padahal, jarang bergerak dan terlalu sering duduk bisa berujung pada beragam penyakit. 

Mulai dari penyakit jantung hingga sindrom metabolik. 

Rekomendasi Untuk Anda

Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Halodoc dr. Elsye, Sp.KO.

"Menurut penelitian 48 persen terjadi risiko penyakit jantung," ungkapnya pada media briefing virtual yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Senin (4/3/2024). 

Selain itu, dr Elsye mengingatkan bahaya lain duduk terlalu lama yaitu risiko sindrom metabolik. 

Sindrom metabolik adalah sekumpulan gejala dari beberapa faktor risiko kardiovaskular termasuk hipertensi, obesitas sentral, dislipidemia, dan hiperglikemia 

"Jika duduk minimal 4 jam, kita bisa memiliki kumpulan gejala sindrom metabolik. Harus hati-hati," tambahnya. 

Baca juga: Perlu Diperhatikan, Ini yang Jangan Dilakukan Orang dengan Sakit Jantung Saat Berpuasa 

Menurut dr Elsye, setidaknya ada kumpulan gejala khusus seseorang alami sindrom metabolik. 

Gejala pertama adalah obesitas atau indeks massa tubuh (IMT) > 30 kg/m2. Tanda obesitas juga bisa dilihat dari lingkar pinggang.  

"Jika lingkar pinggang lebih 90 cm untuk laki-laki, dan perempuan 80 cm, maka kondisi  ini sudah termasuk ke dalam obesitas," kata dr Elsye lagi. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas