Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Peternak di Michigan Didiagnosis Flu Burung, Pakar Ingatkan Potensi Pandemi 

Diketahui pekerja tersebut mengalami gejala pernapasan seperti batuk setelah terpapar langsung dengan sapi yang terinfeksi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Peternak di Michigan Didiagnosis Flu Burung, Pakar Ingatkan Potensi Pandemi 
dok pribadi
Epidemiolog dan ahli kesehatan global Dicky Budiman - Seorang peternak di Michigan didiagnosis mengidap flu burung. Kasus tersebut menjadi kasus kedua yang menjangkiti manusia dalam wabah flu burung yang menyerang sapi perah di AS. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah  Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Seorang peternak di Michigan didiagnosis mengidap flu burung. 

Kasus tersebut menjadi kasus kedua yang menjangkiti manusia dalam wabah flu burung yang menyerang sapi perah di AS.

Peternak tersebut tidak mengenakan alat pelindung diri (APD) dan memiliki riwayat kontak dengan sapi-sapi di peternakan yang hewannya terinfeksi. 

Diketahui pekerja tersebut mengalami gejala pernapasan seperti batuk setelah terpapar langsung dengan sapi yang terinfeksi. 

Ini adalah pertama kalinya flu burung menyebabkan gejala infeksi pernapasan pada manusia. 

Dua kasus sebelumnya hanya mengalami konjungtivitis. 

Baca juga: AS: Tidak Ada Bukti Penyebaran Flu Burung H5N1 di Kalangan Manusia

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut epidemiolog dan ahli kesehatan global Dicky Budiman ungkap gejala infeksi pernapasan ini menjadi sangat penting. 

"Gejala pernapasan menunjukkan kemungkinan flu burung telah berevolusi dan ada potensi penyebaran antar manusia melalui udara atau droplets menjadi semakin dekat," ungkapnya pada Tribunnews, Jumat (31/5/2024). 

Artinya flu burung punya potensi menjadi pandemi dan harus diwaspadai.

"Informasi ini penting karena menunjukkan bahwa flu burung H5 mungkin telah berevolusi. Sehingga semakin memiliki potensi ke arah penularan melalui udara, yang bisa meningkatkan risiko penularan antar manusia," tegasnya. 

Dicky melanjutkan, situasi ini perlu jadi pertimbangan untuk menekankan pentingnya upaya pencegahan bagi mereka yang terpapar hewan terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan seperti gunakan alat pelindung diri saat berinteraksi dengan hewan yang terinfeksi atau mungkin terinfeksi.

Hindari kontak langsung atau berkepanjangan dengan hewan yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi tanpa perlindungan.

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah berinteraksi dengan hewan atau lingkungan yang terkontaminasi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas