Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Mengenal Aneurisma Otak, Kelainan pada Pembuluh Darah dan Pengobatannya

Setiap 18 menit 1 aneurisma pecah dan sekitar 500.000 orang meninggal setiap tahun akibat aneurisma otak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Erik S
zoom-in Mengenal Aneurisma Otak, Kelainan pada Pembuluh Darah dan Pengobatannya
mayoclinic.org
Ilustrasi - 1 dari 50 orang memiliki aneurisma yang belum pecah, setiap 18 menit 1 aneurisma pecah dan sekitar 500.000 orang meninggal setiap tahun akibat aneurisma otak. 

Budi menyebut sampai saat ini stroke masih menjadi salah satu penyakit yang menelan biaya pengobatan besar dan kasusnya terus meningkat. 

"Diperlukan teknologi kedokteran untuk mencegah stroke, salah satunya dengan teknologi mikrosurgey," kata dia. 

Mantan dirut Bank Mandiri berharap dengan teknologi dibidang preventif, diharapkan pada akhir tahun 2024, seluruh provinsi di Indonesia mampu menangani pembedahan clipping pada kasus Aneruisma.

"Harapannya ini angka kejadian stroke karena perdarahan pembuluh darah di otak bisa diturunkan," tutur Menkes.

Ketua PERSPEBSI, Prof. dr. Joni Wahyuhadi SpBS, mengatakan, Kemenkes dan pihaknya
berupaya semakismal mungkin meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam menangani. 

Baca juga: Sakit Kepala Tak Tertahankan, Bisa Jadi Gejala Aneurisma Otak

“Stroke merupakan pembunuh nomer dua di di Indonesia, dan di bidang saraf, stroke penyakit kedua terbanyak setelah cedera kepala dan tumor otak. Hari ini kita mengadakan microsurgery cource dan hands on dengan mendatangkan ahli dari Amerika dan Jepang dalam meningkatkan neurointervensi terutama dalam penanganan aneurisma yang bisa ditangani dengan clipping atau menjepit," terang Prof.dr Joni.

Diketahui, clipping sudah biasa dikerjakan di rumah-rumah sakit pendidikan di Indonesia, namun Kemenkes memiliki program untuk meningkatkan kemampuan ini kepada dokter-dokter bedah saraf di seluruh Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Diharapkan sampai akhir 2024 ini semua propinsi di Indonesia sudah memiliki dokterr bedah saraf dengan kemampuan microsurgery. 

Direktur RS PON, dr. Adin Nulkhasanah SpS, MARS menuturkan pada pelatihan ini, diperkenalkan model kepala manusia yang dicetak secara 3D untuk pelatihan operasi clipping. 

“Model ini akan digunakan di seluruh dunia dan digunakan pertama kali di Jakarta. Teknologi ini memberikan simulasi yang sangat mirip dengan jaringan manusia dan kondisi bedah sebenarnya, sehingga memberikan pengalaman pelatihan yang lebih realistis dan efektif. Teknologi ini telah dikembangkan selama lebih dari 2 tahun oleh tim multidisiplin di pusat inovasi Barrow. Kami sangat berharap bahwa para dokter bedah saraf bisa meningkatkan kapasitanya melalui workshop clipping ini,” jelasnya.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas