Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Mengenal Aneurisma Otak, Kelainan pada Pembuluh Darah dan Pengobatannya

Setiap 18 menit 1 aneurisma pecah dan sekitar 500.000 orang meninggal setiap tahun akibat aneurisma otak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Erik S
zoom-in Mengenal Aneurisma Otak, Kelainan pada Pembuluh Darah dan Pengobatannya
mayoclinic.org
Ilustrasi - 1 dari 50 orang memiliki aneurisma yang belum pecah, setiap 18 menit 1 aneurisma pecah dan sekitar 500.000 orang meninggal setiap tahun akibat aneurisma otak. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Merujuk data dari Brain Aneurysm Foundation, 1 dari 50 orang memiliki aneurisma yang belum pecah, setiap 18 menit 1 aneurisma pecah dan sekitar 500.000 orang meninggal setiap tahun akibat aneurisma otak.

Aneurisma otak adalah suatu kondisi di mana terjadi pelebaran abnormal pada dinding pembuluh darah di otak.

Bentuknya menyerupai balon yang menggembung keluar dari arteri.

Baca juga: Aneurisma Aorta Kerap Tanpa Gejala, Segera Periksa Saat Ada Pembesaran Pembuluh Darah di Perut

Kondisi ini bisa sangat berbahaya jika aneurisma tersebut pecah, karena dapat menyebabkan perdarahan di dalam otak yang berpotensi fatal.

Aneurisma otak sering kali tidak menunjukkan gejala sampai terjadi pembesaran yang cukup signifikan atau pecah.

Gejala yang mungkin muncul sebelum pecah termasuk sakit kepala parah, penglihatan kabur atau ganda, nyeri di sekitar mata, atau gangguan saraf lainnya. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Jika aneurisma pecah, gejalanya bisa berupa sakit kepala tiba-tiba yang sangat hebat, mual, muntah, leher kaku, kehilangan kesadaran, atau bahkan kematian,” jelas Dokter Bedah Saraf dari RS PON dr. Muhammad Kusdiansah, dalam keterangannya Sabtu (29/6/2024)

Ia menjelaskan, operasi clipping adalah prosedur atau metode utama untuk mengatasi aneurisme otak

“Prosedur operasi clipping bertujuan untuk menghentikan aliran darah ke aneurisma, sehingga mencegah pecahnya aneurisma di masa depan, atau pecah kembali setelah mengalami pendarahan otak," tambah dia.

Baca juga: Simak Olahraga Apa yang Disarankan Usai Aneurisma Otak Pasien Pecah 

Pada prosedur ini dokter bedah saraf akan membuat sayatan di kulit kepala dan membuka sebagian kecil tulang tengkorak untuk mengakses otak

Dengan bantuan mikroskop khusus, dokter akan mencari dan mengidentifikasi lokasi aneurisma dan melakukan penjepitan pada leher aneurisma dengan clip, biasanya berbahan titanium.


Menkes Targetkan Dokter Saraf se-Indonesi Bisa Bedah Clipping 

Menteri Kesehatan (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin mendukung pelatihan ahli saraf sebagai bagian dari program transformasi layanan kesehatan terutama di bidang stroke. 

Diketahui, sebanyak 20 orang bedah saraf dari 20 provinsi yang tersebar di seluruh Indonesia mengikuti pelatihan microsurgery.

Baca juga: Perempuan Berisiko Mengalami Penyakit Aneurisma Otak

Pelatihan digelar pada 29-30 Juni 2024 di RS PON (Pusat Otak Nasional) Jakarta oleb Barrow Neurological Institute, pusat medis terkemuka di dunia dalam bidang neurosain yang bekerja sama dengan bekerja sama dengan RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (RS PON), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia (Perspebsi), dan Aesculap Academy Indonesia.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas