Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Kenali Efek Samping Kemoterapi pada Anak dan Tatalaksana Perawatan di Rumah

Terapi kanker yang berupa kemoterapi memberikan efek samping yang beragam pada anak. Apa saja dampaknya?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kenali Efek Samping Kemoterapi pada Anak dan Tatalaksana Perawatan di Rumah
Tribunnews.com/Rina Ayu
Dokter Spesialis Anak - Ahli Hematologi Onkologi dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dr. Anky Tri Rini Kusumaning Edhy, Sp.A.(K), dalam kegiatan peringatan Hari Anak Nasional di RS MRCCC Siloam Semanggi, Jakarta, Sabtu (13/7/2024). 

Dysgeusia yaitu perubahan indera perasa pengecapan selama kemoterapi.

Penyebabnya, kemungkinan kerusakan epitel papil lidah.

Kondisi ini menyebabkan makanan terasa hamba rasa pahit, asin dan manis. Timbul rasa logam atau bahan kimia saat makan daging atau protein tinggi.

Orang tua disarankan untuk beri makanan yang berbau enak dan rasanya juga enak, hindari makanan yang berbau menyengat, gunakan sendok/ garpu dari bahan bukan logam.

Pakai tempat/ Wadah memasak dari bahan kaca/gelas. Jangan makan 1 - 2 jam sebelum kemoterapi dan makan 3 jam setelah kemoterapi, sikat gigi sebelum dan setelah makan.

Jauhkan benda yang berbau tidak sedap, hindari asap rokok, cuci bahan makanan dengan air garam dan atau soda kue, serta suplemen yang mengandung zinc dapat meningkatkan indera perasa.

6. Rambut rontok

Rontok sebagian atau semuanya, mulai rontok 2 - 3 minggu setelah kemoterapi. Rambut akan tumbuh lagi setelah 2 - 3 bulan kemoterapi selesai

7. Kulit dan Kuku

Rekomendasi Untuk Anda

Kering, gatal, kemerahan, bercak merah dan terkelupas. sensitif terhadap matahari, reaksi alergi.

Kulit dan vena, vena tampak gelap dan rapuh dan kuku kering mengelupas.

“Sangatlah penting bagi orang tua dari anak penyandang kanker untuk memahami tentang perawatan anak dengan kanker di rumah, termasuk kondisi efek samping kemoterapi, bagaimana mengatasi efek samping dan penanganannya, kapan harus kontrol, serta keadaan yang memerlukan penanganan segera seperti bila terjadi demam,” ucap dia.

dr. Anky menyarankan untuk memperhatikan kebersihan mulut yang bisa dilakukan dengan kumur antiseptik, memberikan obat sariawan jika sariawan, minum air hangat jika merasa haus, dan makan makanan lunak.

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas