Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Mengenal Tindak Arthroscopy: Operasi Penyakit Tulang dan Sendi yang Minim Sayatan

Seiring berjalannya waktu, teknologi di bidang kesehatan semakin tumbuh pesat. 

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mengenal Tindak Arthroscopy: Operasi Penyakit Tulang dan Sendi yang Minim Sayatan
TRIBUNNEWS.COM/Aisyah Nursyamsi
Media briefing yang diselenggarakan RS Siloam Mampang terkait penanganan komprehensif orthopedi dan ektremitas atas & bawah bersama Konsultan Hand, Upperlimb, Microsurgery. dr.Aakash, M.Biomed, Sp.OT (K) dan Konsultan Sports Injury and Arthroscopy dr.Isa An Nagib, Sp.OT (K) FICS di Mampang, Jumat (27/9/2024). 


Lalu apa saja keuntungan yang diterima oleh pasien ketika menggunakan tindakan ini?


Penanganan sendi bisa dengan luka operasi yang kecil. Kerusakan jaringan yang dialami pun jauh lebih sedikit. 


Pasien juga terhindari dari risiko pembengkakan pasca operasi. 


Luka sayatan yang kecil juga menghindari risiko pembengkakan pasca operasi. 


Waktu penyembuhan pun lebih cepat, bahkan beberapa pasien dua hari pasca operasi sudah bisa beraktivitas seperti biasa. 


"Risiko infeksi lebih rendah serta memperpendek waktu dirawat. Arthroscopy mengurangi risiko komplikasi, menghindari nyeri post operasi, dibandingkan operasi terbuka. Dan tentu minimal pendarahan," papar dr Isa. 

 

Rekomendasi Untuk Anda

*Persiapan Sebelum dan Setelah Melakukan Tindak Arthroscopy


Tidak ada persiapan khusus atau berbeda dengan operasi biasa, bagi pasien yang ingin melakukan Arthroscopy


"Persiapan operasi standar seperti puasa, dan pemeriksaan laboratorium lengkap," tambahnya. 


Jika pasien mempunya masalah penyakit dalam, maka dianjurkan terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter terkait. 


Begitu pula kalau pasiennya adalah seorang anak. Sebelum tindakan, pasien diimbau untuk memeriksakan diri ke spesialis anak 


Apa bila kondisi pasien dinilai layak usai pemeriksaan, baru dilakukan tindakan. 


Usai tindakan operasi, dr Isa sebut ada hal yang penting dilakukan dan tidak boleh tertinggal yaitu rehabilitasi. 


"Rehabilitasi atau fisioterapi post operasi memegang peran penting. Keberhasilan tidak murni hanya operasi, tapi juga fisioterapi," tegasnya. 

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas