Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Kekurangan Zat Besi Berdampak pada Kesehatan, Kognitif, dan Kualitas Hidup Anak

Saat ini 1 dari 3 anak Indonesia masih mengalami kekurangan zat besi, yang disebabkan oleh kurangnya konsumsi makanan kaya zat besi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
zoom-in Kekurangan Zat Besi Berdampak pada Kesehatan, Kognitif, dan Kualitas Hidup Anak
IST
KALKULATOR ZAT BESI - Kalkulator zat besi merupakan alat interaktif digital yang dirancang untuk memberikan indikasi non-medis terkait kecukupan zat besi pada anak. Ahli Gizi, Siti Hanifah mengatakan, zat besi merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, terutama bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Zat besi merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. 
Sayangnya, masih banyak orangtua yang belum menyadari betapa krusialnya peran zat besi dalam mendukung tumbuh kembang anak

Padahal, kekurangan zat besi dapat berdampak serius pada kesehatan, kognitif, dan kualitas hidup anak di masa depan. 

Ahli Gizi, Siti Hanifah mengatakan, zat besi adalah mineral esensial yang berperan dalam pembentukan hemoglobin, komponen utama dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. 

Baca juga: Wanita Rentan Anemia hingga Ganggu Produktivitas, Penting Pemenuhan Nutrisi, Terutama Zat Besi

"Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin secara optimal, sehingga berisiko menyebabkan anemia," kata Siti di sela-sela kegiatan CSR Keluarga Sehat Alfamidi dalam program Edukasi Kesehatan Anak bertajuk Cegah Kekurangan Zat Besi pada si Kecil di Tangerang belum lama ini.

Pada anak-anak, kata dia dapat menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kemampuan belajar dan konsentrasi.

Siti mengatakan, kekurangan zat besi pada anak dapat memengaruhi daya pikir, fokus, dan aktivitas belajar.

"Jika dibiarkan, dampaknya bisa sangat serius, bahkan menurunkan kualitas hidup anak," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat ini 1 dari 3 anak Indonesia masih mengalami kekurangan zat besi, yang disebabkan oleh kurangnya konsumsi makanan kaya zat besi atau penyerapan zat besi yang tidak optimal.

Untuk memastikan anak mendapatkan asupan zat besi yang cukup, orang tua perlu memperhatikan pola makan anak.

Makanan kaya zat besi seperti daging, ikan, telur, dan sayuran hijau harus menjadi bagian dari menu harian. Jika diperlukan, susu pertumbuhan yang diperkaya zat besi juga dapat menjadi sumber tambahan nutrisi.

Selain itu, orang tua disarankan untuk melakukan skrining atau konsultasi dengan tenaga ahli gizi guna mencegah kekurangan zat besi pada anak.

Program yang digelar oleh Alfamidi dan SGM Eksplor bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya pencegahan kekurangan zat besi pada anak.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menyediakan pemeriksaan kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang anak.

"Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah kalkulator zat besi  alat interaktif digital yang dirancang untuk memberikan indikasi non-medis terkait kecukupan zat besi pada anak," kata Anggi Septie Morika, Head of Brand SGM Eksplor.

Retriantina Marhendra, Corporate Communication Manager Alfamidi berupaya menciptakan Generasi Emas 2045 melalui kolaborasi multipihak dalam edukasi nutrisi dan kesehatan.

Edukasi tentang pentingnya zat besi tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik anak, tetapi juga untuk masa depan mereka.

"Anak yang tercukupi kebutuhan zat besinya akan memiliki daya pikir yang lebih baik, fokus, dan semangat belajar yang tinggi. Hal ini akan mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas," kata Siti Hanifah.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas