Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Kerja Sama Antar Rumah Sakit Jadi Kunci Tangani Penyakit Jantung di Daerah

Saat ini ada perubahan paradigma besar dalam dunia kesehatan yakni era kolaborasi antar institusi kesehatan. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
zoom-in Kerja Sama Antar Rumah Sakit Jadi Kunci Tangani Penyakit Jantung di Daerah
Istimewa
KERJA SAMA STRATEGIS - Foto bersama usai penandatanganan kerja sama strategis antara Bethsaida Healthcare dan Jakarta Heart Center di Auditorium Bethsaida Hospital Serang, Selasa (15/4/2025), dalam rangka pengembangan layanan jantung terpadu di Banten dan Gading Serpong. Penandatanganan dilakukan Dr. dr. Fathema Djan Rachmat, Sp.B, Sp.BTKV(K), MPH selaku President Commissioner Jakarta Heart Center dan Prof. dr. Hananiel P. Wijaya, MM, M.Sc, CIA selaku CEO Bethsaida Healthcare,) 

"Sehingga mampu menghadirkan yang lebih baik bagi masyarakat dengan tarif yang lebih terjangkau, tanpa harus mengorbankan kualitas perawatan," katanya.

dr. Tirtamulya Juandy, Direktur Bethsaida Hospital Serang mengatakan, dengan saling membuka pintu, saling mengisi kekosongan kompetensi dan fasilitas, kualitas layanan bisa disebar, bukan dipusatkan.

"Lebih dari sekadar kolaborasi operasional, kerja sama ini adalah langkah sistemik.  tenaga medis lokal kini bisa mendapat pelatihan langsung dari para ahli Jakarta Heart Center," katanya. 

Mereka belajar bukan hanya cara memasang stent atau melakukan operasi bypass, tetapi juga bagaimana menangani pasien dengan empati dan presisi.

Tidak hanya dokter, perawat, analis laboratorium, hingga tim administrasi pun mendapat pembekalan.

"Tak kalah penting, kerja sama ini membuat layanan jantung menjadi lebih terjangkau," katanya. 

Biaya yang sebelumnya hanya bisa ditutup dengan menjual aset atau pinjam ke sana-sini, kini bisa diakses dengan lebih manusiawi.

Rekomendasi Untuk Anda

“Dengan teknologi dan tenaga medis tersedia di dalam negeri, kita bisa kurangi biaya tanpa kurangi kualitas,” ujar Hans.

Langkah ini juga mendukung program pemerintah untuk mengembangkan medical tourism domestik, sekaligus mengurangi capital outflow dari sektor kesehatan yang mencapai triliunan rupiah per tahun akibat warga berobat ke luar negeri.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas