Penularan, Pencegahan hingga Penanganan Hepatitis yang Harus Diketahui
Rendahnya pemahaman tentang penyakit Hepatitis dan minimnya kesadaran vaksinasi hepatitis, bisa berujung komplikasi serius.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Willem Jonata
Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Hepatitis atau peradangan hati masih kurang diperhatikan masyarakat.
Padahal bahaya penyakit ini bisa berujung komplikasi serius.
Hal ini disebabkan rendahnya pemahaman terhadap bahaya penyakit serta minimnya kesadaran vaksinasi hepatitis B.
Misalnya hepatitis B dan C sering tanpa gejala di tahap awal, kemudian baru terdeteksi setelah muncul pengerasan hati atau bahkan berkembang menjadi kanker hati.
Dokter spesialis penyakit dalam dr. Steven Zulkifly, Sp.PD memberikan penjelasan lebih lanjut.
Hepatitis A
Penularan hepatitis A terjadi melalui jalur fecal-oral.
Pada umumnya, infeksi terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang tercemar feses pengidap hepatitis.
Selain itu juga praktik kebiasaan seksual.
Baca juga: Lindungi Kesehatan Atlet Muda, KONI Pusat Sosialisasikan Vaksin Hepatitis A Untuk Atlet U-16
Ia menerangkn, virus hepatitia A subur berkembang biak di lingkungan dengan tingkat sanitasi rendah.
Risiko penularan sering terjadi karena orang yang menyiapkan hidangan kurang menjaga kebersihan, sehingga makanan dan minuman tercemar feses dari pengidap hepatitis.
Ada lima langkah untuk mencegah penyebaran hepatitis A:
Pertama, pastikan makanan dan suplai air bersih. Jaga kebersihan dapur dan alat makan.
Kedua, terapkan kebiasaan sanitasi yang baik. Cuci tangan sebelum makan dan setelah ke kamar mandi.
Ketiga, karena rute penularan adalah oral, lakukan praktek seksual yang sehat.
Keempat, Virus hepatitis pada makanan atau minuman bisa mati jika dipanaskan di suhu 85° Celcius selama 1 menit. Maka konsumsilah makanan yang matang.
Baca tanpa iklan