Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Penularan, Pencegahan hingga Penanganan Hepatitis yang Harus Diketahui

Rendahnya pemahaman tentang penyakit Hepatitis dan minimnya kesadaran vaksinasi hepatitis, bisa berujung komplikasi serius.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Penularan, Pencegahan hingga Penanganan Hepatitis yang Harus Diketahui
Istimewa
Salah seorang siswa SMPN 20 Depok sedang diambil sampel darah oleh petugas kesehatan Puskesmas, Senin (18/11/2019). 

Kelima, vaksinasi hepatitis A. Anak-anak dapat divaksin hepatitis A dua kali dalam jarak waktu 6 bulan untuk proteksi seumur hidup. 
 
Hepatitis  B dan C

Infeksi hepatitis B dan C menular melalui darah. Secara vertikal, bayi berisiko terjangkit hepatitis dari ibunya.

Penularan dapat berlangsung pada proses kehamilan dan persalinan.

Faktor risiko utamanya penggunaan jarum suntik yang tidak steril.

Contohnya pada proses pembuatan tato atau piercing.

Gaya hubungan seksual multiple partner baik lawan jenis ataupun pada homoseksual juga berisiko.

Pencegahan penularannya adalah dengan menghindari faktor-faktor risiko tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Para tenaga medis umumnya sudah dilakukan vaksinasi hepatitis B agar terhindar dari infeksi hepatitis B. Akan tetapi, tetap harus hati-hati dalam menangani atau kontak dengan pasien yang terinfeksi hepatitis B dan C," jelas dia ditulis di Jakarta, Senin (28/4/2025).
 
Hepatitis A banyak ditemukan pada usia anak sekolah yang sanitasinya belum baik.

Sedangkan hepatitis  B dan C rentan terjadi di kelompok usia produktif sekitar 35-60 tahun.

Komplikasi Serius

Meski ada pasien yang terjangkit hepatitis B dan HIV bersamaan, komplikasi hepatitis bukanlah HIV.

Dokter lulusan pendidikan spesialisnya di Universitas Indonesia ini menerangkan, hepatitis B dan C berisiko komplikasi mengecilnya volume liver (sirosis) dan kanker hati. 

Hepatitis  B bisa berkembang menjadi kanker hati tanpa melalui proses sirosis.
 
Sedangkan karena infeksi hepatitis A bisa sembuh dengan sendirinya, komplikasi sangat jarang terjadi.

Hanya sekitar 1 persen kasus hepatitis A dapat mengalami gagal hati akut, keluhan kuning, perdarahan, dan gangguan kesadaran. 
 
Dibutuhkan pemeriksaan laboratorium atau radiologi untuk membedakan gejala infeksi hepatitis atau infeksi lain

Dokter membutuhkan pemeriksaan anti HAV (Hepatitis  A Virus).

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas