Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Sering Salah Diagnosis, Kenali Gejala Diabetes Tipe 1 pada Anak Sejak Dini

Dokter yang tidak terbiasa menangani kasus diabetes anak, mungkin lebih fokus pada penyakit umum. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Sering Salah Diagnosis, Kenali Gejala Diabetes Tipe 1 pada Anak Sejak Dini
Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi
DISKUSI DIABETES - Changing Diabetes in Children (CdiC) Lead, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp. A, Subsp. End., FAAP FRCPI (Hon.) dalam diskusi media CDiC Diabetes Camp dan Novo Nordisk di Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2025). 

Akibatnya bisa fatal. Anak berisiko mengalami ketoasidosis diabetik (KAD), kondisi darurat medis ketika tubuh kekurangan insulin parah sehingga memecah lemak untuk energi. 

Akibatnya, tubuh menghasilkan asam keton berlebih yang bisa menyebabkan koma, bahkan kematian.

Di Indonesia, banyak anak yang baru diketahui menderita diabetes tipe 1 saat sudah masuk ruang gawat darurat dalam kondisi KAD. 

Hal ini memperlihatkan pentingnya deteksi dini.

Perlu Sistem yang Lebih Kuat

Salah diagnosis tidak hanya soal dokter yang kurang waspada, tetapi juga terkait sistem kesehatan. 

Indonesia masih kekurangan klinik khusus diabetes anak.

“Harus ada klinik diabetes khusus. Sekarang baru ada 19, nanti 22. Dan kalau misalnya kita targetkan, ini baru 22. Kita ada 514 kabupaten kota. Saya rasa sampai 2029 belum cukup,” kata Prof. Aman.

Rekomendasi Untuk Anda

Jumlah fasilitas kesehatan yang belum memadai membuat banyak anak di daerah kesulitan mendapatkan diagnosis dan penanganan tepat.

Selain itu, kurikulum pendidikan kedokteran juga perlu memberi porsi lebih besar pada kasus diabetes anak. 

Banyak dokter muda yang lulus tanpa pernah menangani kasus ini secara langsung. 

Akibatnya, saat menghadapi kasus nyata, mereka tidak langsung berpikir ke arah diabetes.

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?

Mencegah salah diagnosis bukan hanya tanggung jawab dokter. Orang tua juga perlu proaktif. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Kenali gejala klasik: banyak minum, banyak makan, banyak kencing, berat badan turun.

2. Catat perubahan perilaku anak, misalnya tiba-tiba sering ngompol lagi padahal sudah tidak, atau jadi cepat lelah.

3. Minta pemeriksaan gula darah jika anak sakit dengan gejala tidak jelas. Pemeriksaan ini sederhana dan bisa dilakukan di banyak fasilitas kesehatan.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas