Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Bahaya Kol Goreng bagi Kesehatan, Simak Penjelasan Ahli Gizi

Konsumsi kol goreng secara berlebihan ternyata berpotensi memberikan dampak negatif bagi kesehatan, berikut adalah bahaya kol goreng bagi kesehatan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lanny Latifah
zoom-in Bahaya Kol Goreng bagi Kesehatan, Simak Penjelasan Ahli Gizi
Freepik
ILUSTRASI KOL GORENG - Ilustrasi kol goreng diambil dari laman Freepik pada Kamis (11/9/2025). Konsumsi kol goreng secara berlebihan ternyata berpotensi memberikan dampak negatif bagi kesehatan, berikut adalah bahaya kol goreng bagi kesehatan. 

Dengan memilih metode memasak yang tepat, masyarakat tetap bisa mendapatkan manfaat optimal dari sayuran tanpa harus khawatir kehilangan gizi atau menambah risiko kesehatan.

Bahaya Kol Goreng bagi Kesehatan

Berikut ini adalah bahaya kol goreng bagi kesehatan yang penting untuk Anda ketahui,dilansir dari laman resmi ciputrahospital.com:

1. Menyebabkan Kanker

Kol goreng dapat menyebabkan kanker, terutama saat mengonsumsinya secara berlebihan.

Hal ini bisa terjadi karena makanan goreng mengandung senyawa akrilamida yang bersifat karsinogenik.

Berbagai riset membuktikan bahwa akrilamida dapat merusak DNA dan menyebabkan apoptosis atau kematian sel yang perlu Anda waspadai.

Bahkan, kondisi ini juga memicu stres oksidatif dan peradangan yang dapat meningkatkan risiko kanker.

Rekomendasi Untuk Anda

Cobalah untuk mengolah kol dengan cara mengukus atau merebusnya.

Olahan ini dapat menjaga kalori tetap rendah dan mempertahankan nutrisi penting dalam kol.

Anda bisa mencincang kol atau kubis panggang dengan tambahan minyak zaitun, bawang putih cincang, dan lada hitam.

Selain itu, Anda juga dapat menambahkan kol parut ke dalam salad atau sup ayam.

Baca juga: WHO Keluarkan Obat Baru Tambahan untuk Penyakit Kanker dan Diabetes, Ini Daftarnya

2. Meningkatkan Berat Badan

Kol goreng mengandung lebih banyak kalori daripada makanan yang tidak digoreng.

Hal ini dapat meningkatkan berat badan dan memicu terjadinya obesitas.

Penelitian membuktikan bahwa gorengan memiliki kandungan lemak trans yang dapat memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas