Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Tips Mengatasi Keracunan Makanan pada Anak Akibat Program Makan Massal, Rehidrasi Jadi Kunci

Gejala yang dialami anak-anak korban keracunan makanan secara massal ini umumnya meliputi mual, lemas, pusing, dan muntah

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Tips Mengatasi Keracunan Makanan pada Anak Akibat Program Makan Massal, Rehidrasi Jadi Kunci
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
PERAWATAN KORBAN - Pelajar korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (25/9/2025). Korban keracunan MBG terjadi di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas sejak Senin (22/9/2025) hingga Kamis (25/9/2025), mencapai lebih dari 1.200 orang. (TRIBUN JABAR/GANI KIRNIAWAN) 

5. Berikan Makanan Ringan yang Mudah Dicerna Setelah Muntah Berhenti

PERAWATAN KORBAN - Pelajar korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (25/9/2025). Korban keracunan MBG terjadi di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas sejak Senin (22/9/2025) hingga Kamis (25/9/2025), mencapai lebih dari 1.200 orang. (TRIBUN JABAR/GANI KIRNIAWAN)
PERAWATAN KORBAN - Pelajar korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (25/9/2025). Korban keracunan MBG terjadi di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas sejak Senin (22/9/2025) hingga Kamis (25/9/2025), mencapai lebih dari 1.200 orang. (TRIBUN JABAR/GANI KIRNIAWAN) (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Setelah gejala muntah berkurang (biasanya setelah 6-8 jam), mulailah memberikan makanan ringan yang mudah dicerna. Diet BRAT (Banana, Rice, Applesauce, Toast) sering direkomendasikan untuk anak yang pulih dari keracunan makanan.

Hindari makanan berlemak, pedas, atau manis berlebihan karena dapat memicu kembali muntah atau diare.

Pada kasus keracunan massal, beberapa anak membutuhkan waktu 24-48 jam sebelum sistem pencernaan mereka siap menerima makanan normal kembali.

Berikan porsi kecil namun sering, dan perhatikan reaksi tubuh anak terhadap makanan yang diberikan. Jika gejala kembali muncul, hentikan sementara pemberian makanan padat dan kembali ke cairan rehidrasi.

6. Jangan Sembarangan Memberikan Obat Tanpa Konsultasi Dokter

Banyak orang tua cenderung memberikan obat anti-muntah atau anti-diare tanpa konsultasi dokter saat anak mengalami keracunan makanan.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal ini berisiko karena beberapa jenis keracunan justru memerlukan proses alami tubuh untuk mengeluarkan racun, dan obat-obatan tersebut dapat memperlambat proses ini sehingga memperparah kondisi.

Pada kasus keracunan massal yang melibatkan kontaminasi bakteri seperti Salmonella atau E. coli, pemberian obat anti-diare tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan komplikasi serius.

Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum memberikan obat apapun kepada anak yang mengalami keracunan makanan.

(Tribunnews.com/Bobby)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas