Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Jangan Tunggu Benjolan! Ini Penjelasan Dokter Soal Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara

Di tengah maraknya kampanye kesadaran, satu pesan sederhana seolah terus bergema, jangan tunggu benjolan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jangan Tunggu Benjolan! Ini Penjelasan Dokter Soal Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara
Istimewa
DITEKSI DINI -  Kanker payudara masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat, terutama bagi kaum perempuan.  Data terbaru dari Globocan 2022 mencatat kanker payudara sebagai jenis kanker terbanyak di Indonesia, dengan jumlah kasus mencapai 66.271 dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya dan deteksi dini meningkatkan peluang kesembuhan (IST) 

 “Biasanya kalau sudah tampak perubahan seperti kulit jeruk atau tarikan, itu sudah lanjut. Tapi paling tidak, supaya tidak terlalu lanjut, tetap harus tahu juga," tegasnya. 

Untuk mendeteksi yang tidak teraba, pemeriksaan penunjang seperti USG atau mamografi tetap dibutuhkan. 

USG disarankan bagi wanita di bawah usia 40 tahun karena jaringan payudara masih padat, sedangkan mamografi efektif untuk usia di atas 40 tahun.


*Antara Kesadaran dan Ketakutan*

Meski edukasi terus digalakkan, sebagian perempuan masih ragu melakukan pemeriksaan. 

Ada yang takut hasilnya buruk, ada pula yang menganggap pemeriksaan itu hanya perlu jika sudah merasa sakit.

Padahal, deteksi dini justru dilakukan saat tidak ada keluhan. 

Rekomendasi Untuk Anda

“Banyak yang berpikir kalau tidak ada gejala, berarti sehat. Padahal, banyak kanker ditemukan tanpa keluhan sama sekali,” ujarnya. 

Ketakutan lain muncul karena mitos bahwa pemeriksaan payudara menimbulkan rasa sakit atau radiasi yang berbahaya. 

Padahal, dosis radiasi pada mamografi sangat kecil dan tidak berisiko untuk tubuh.


*Dukungan Lingkungan Sangat Penting*

Selain faktor medis, dukungan keluarga dan lingkungan juga memegang peran besar. 

Perempuan sering menunda periksa karena sibuk atau merasa tidak didukung.

“Banyak ibu-ibu bilang, ‘Ah nanti saja dok, anak masih kecil, suami belum izin.’ Padahal justru karena punya keluarga, pemeriksaan itu penting supaya tetap sehat dan bisa mendampingi mereka,” ujar dokter itu.

Bahkan, dalam banyak kasus, keputusan perempuan untuk periksa bergantung pada dorongan orang terdekat. 

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas