Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Batuk Pilek Tak Kunjung Sembuh, Benarkah Covid-19 Berulang? Ini Analisa Pakar

Akhir-akhir ini banyak masyarakat Indonesia mengeluhkan batuk pilek yang tidak kunjung sembuh. Benarkah covid-19 berulang?

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Batuk Pilek Tak Kunjung Sembuh, Benarkah Covid-19 Berulang? Ini Analisa Pakar
Shutterstock
Ilutrasi batuk pilek. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Banyak kasus batuk dan pilek.
  • Seperti tak lazim, batuk pilek bisa berminggu-minggu baru sembuh.
  • Pakar menganalisa pemicunya, benarkah karena covid-19 yang berulang?

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Akhir-akhir ini banyak masyarakat Indonesia mengeluhkan batuk pilek yang tidak kunjung sembuh, meski sudah minum obat atau beristirahat cukup. 

Bahkan, beberapa di antaranya mengaku gejala bisa hilang timbul selama berminggu-minggu.

Baca juga: Kasus Influenza di Indonesia Meroket, Apotek Diserbu Warga yang Beli Obat Batuk Pilek

Fenomena ini ternyata bukan hanya terjadi di Indonesia. 

Benarkah ini tanda covid-19 berulang?


Menurut Dr Dicky Budiman, Epidemiolog dan Ahli Kesehatan Lingkungan dari Griffith University, keluhan batuk pilek yang berlangsung lama tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal.

Rekomendasi Untuk Anda

“Peningkatan keluhan batuk pilek yang berlangsung lama di masyarakat bukanlah tanda satu penyakit tunggal dan juga bukanlah satu kondisi di mana penyebabnya tunggal,” jelas Dr Dicky Budiman pada Tribunnews, Selasa (14/10/2025). 

Ia menambahkan, penyebabnya bisa berasal dari beberapa sumber yakni :

  • infeksi virus dan bakteri
  • lingkungan yang tercemar
  • kondisi tubuh yang sedang tidak fit. 


Peredaran Virus Pernapasan Bersamaan 

ILUSTRASI FLU - Gambar ini dibuat menggunakan kecerdasan buatan, Minggu (14/9/2025).
ILUSTRASI FLU - Gambar ini dibuat menggunakan kecerdasan buatan, Minggu (14/9/2025). (AI ChatGPT)

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan adanya co-circulation, yaitu peredaran bersamaan beberapa virus pernapasan.


Ada virus influenza, RSV, dan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Lebih lanjut, ia menjelaskan setidaknya 6 penyebab utama yang sering diabaikan. 

1. Co-infection dan infeksi berulang

Ketika beberapa virus beredar secara bersamaan, seseorang bisa terpapar lebih dari satu virus. 

Akibatnya, masa penyembuhan menjadi lebih lama karena tubuh harus melawan infeksi berulang.

2. Post-viral cough atau batuk pascainfeksi

Batuk jenis ini biasanya muncul setelah infeksi virus akut sembuh. Gejala dapat bertahan hingga delapan minggu karena saluran napas masih hiperreaktif akibat proses pemulihan epitel.

3. Post-nasal drip dan sinusitis

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas