Sering Dibilang 'Drama Bulanan'? Ini Penjelasan Psikolog Tentang Emosi Saat PMS
Perempuan sering kali dituntut untuk tetap stabil, tersenyum, dan produktif, bahkan ketika tubuhnya sedang bergejolak oleh perubahan hormon.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Choirul Arifin
“Latihan itu salah satunya, latihan itu gak bisa satu kali ya, barangnya ya mungkin barangnya juga lama aja itu perlu berkali-kali supaya apa, supaya otak kita punya kode,” katanya.
Baca juga: Khawatir Menstruasi Saat Lakukan Ibadah Haji? Dokter Beri Tips Ini
Beberapa latihan yang disarankan antara lain journaling, mindfulness, latihan pernapasan, dan berbicara dengan orang yang dipercaya.
“Latihannya journaling, latihannya mindfulness, latihannya breathing, latihannya dengan ngobrol. Itu banyak yang harus kita latih sehingga si otak ini punya kode saat ada masalah saya harus nyamain, karena begitulah cara otak itu bertransformasi” ungkap Irma.
Ngobrol, Salah Satu Bentuk Perawatan Diri
Menurut Irma, berbagi cerita dengan orang lain adalah salah satu bentuk terapi sederhana yang sering dilupakan.
Tidak harus dengan profesional, terkadang sekadar berbagi dengan sahabat atau keluarga bisa menjadi cara untuk memproses emosi.
“Jadi ngobrol itu sebenarnya juga bisa ngebantu ya,” tutupnya. Bagi perempuan, PMS bukanlah tanda kelemahan atau ketidakstabilan.
Ia adalah bagian dari siklus alami yang mengajak kita untuk lebih sadar pada tubuh, pikiran, dan perasaan.
Belajar memahami diri bukan hanya tentang menenangkan emosi, tapi juga menghormati tubuh yang setiap bulannya bekerja tanpa henti, untuk memberi tahu kita bahwa istirahat, empati, dan penerimaan diri juga penting.
Baca tanpa iklan