Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Beda Osteoporosis pada Anak dengan Dewasa, IDAI Jelaskan Penyebab dan Cara Deteksinya

Ikatan Dokter Anak Indonesia jelaskan perihal osteoporosis yang bisa menyerang anak-anak. Mulai dari gejala hingga cara mencegahnya.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Beda Osteoporosis pada Anak dengan Dewasa, IDAI Jelaskan Penyebab dan Cara Deteksinya
Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI ANAK - Seorang siswa diukur tinggi badannya oleh petugas kesehatan sebelum imunisasi di balai warga Pademangan Timur, Jakarta Utara, Jumat (23/10/2020). IDAI menjelaskan terkait osteoporosis di kalangan anak-anak. 

Padahal, aktivitas fisik seperti berlari, melompat, dan bermain di luar ruangan merupakan cara alami tubuh untuk merangsang pembentukan tulang baru.

Selain itu, anak-anak dengan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang juga rentan kehilangan massa tulang. 

Obat steroid, misalnya, bisa menghambat proses pembentukan tulang bila digunakan terus-menerus.

Pencegahan Sejak Dini

Kesadaran orangtua menjadi kunci dalam mencegah gangguan kepadatan tulang pada anak. 

Pemeriksaan dini penting dilakukan jika anak menunjukkan gejala seperti mudah pegal, sering jatuh dan patah tulang, atau memiliki bentuk kaki yang tidak normal (misalnya kaki O atau X).

Pola makan seimbang yang kaya kalsium, vitamin D, serta olahraga teratur perlu diterapkan sejak dini. 

Paparan sinar matahari pagi selama 10–15 menit juga membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kalau tulangnya kuat, anak bisa beraktivitas optimal, tumbuh dengan baik, dan siap menghadapi masa depannya dengan tubuh yang sehat,” tutupnya. 

(Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas