Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Muncul Kasus Pertama H5N5 pada Manusia di AS, Bagaimana Risiko di Indonesia?

Temuan kasus H5N5 pada manusia langsung menjadi perhatian global, termasuk Indonesia, mengingat H5N5 belum pernah terdeteksi pada manusia sebelumnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in Muncul Kasus Pertama H5N5 pada Manusia di AS, Bagaimana Risiko di Indonesia?
Dokumen pribadi
PAKAR EPIDEMIOLOGI - Ahli epidemiologi Indonesia dan peneliti pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman. 

3. Edukasi peternak dan desa-desa peternakan

Biosekuriti harus diperketat, terutama memasuki musim hujan yang meningkatkan interaksi burung liar dan unggas domestik.

4. Koordinasi lintas sektor (One Health Approach)

Melibatkan Kemenkes, Kementan, KLHK, BMKG, hingga BNPB.

Musim hujan tidak meningkatkan penularan antarmanusia, tetapi dapat memengaruhi perilaku burung air dan unggas, sehingga peluang spillover ke unggas domestik bisa meningkat.

Dengan kepadatan peternakan unggas yang tinggi di Indonesia, kebersihan kandang, pemakaian alat pelindung diri (APD), dan manajemen jarak kandang dari permukiman perlu diperhatikan secara serius.

Dicky menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik.

Rekomendasi Untuk Anda

“Saat ini belum ada atau tidak ada bukti transmisi efisien dari manusia ke manusia untuk H5N5,” tegasnya.

Meski demikian, setiap kasus zoonotik tetap perlu pemantauan ketat, termasuk pelaporan unggas mati mendadak, investigasi sumber paparan, hingga kesiapsiagaan lintas sektor.

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas