Napas Anak Sering 'Grok-grok' Saat Flu? Begini Teknik Cuci Hidung yang Benar dan Aman
Hidung tersumbat, ingus tak berhenti keluar, hingga napas grok-grok kerap membuat orangtua khawatir. Ini cara cuci hidung yang benar dan aman.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Anak gampang terserang influenza saat perubahan cuaca.
- Hidung tersumbat membuat anak tak nyaman.
- Cuci hidung salah satu langkah sederhana yang justru paling efektif.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perubahan cuaca dan kualitas udara yang semakin tidak menentu membuat banyak anak lebih mudah terserang influenza.
Hidung tersumbat, ingus tak berhenti keluar, hingga napas grok-grok kerap membuat orangtua khawatir.
Baca juga: Ajari Anak Cuci Hidung dan Berkumur agar Terhindar dari Penyakit
Di tengah berbagai pilihan obat dan metode perawatan, salah satu langkah sederhana yang justru paling efektif adalah cuci hidung, meski masih banyak yang belum memahami teknik dan frekuensi yang tepat.
Dokter spesialis Anak dari Eka Hospital Depok, dr. Nadine Shakina Tabit, Sp.A, menjelaskan bahwa cuci hidung aman dilakukan mulai dari bayi hingga dewasa.
Bahkan, prosesnya tidak jauh berbeda.
“Saat udara seperti ini tu tuh sebaiknya berapa kali sih dalam satu minggu atau dalam satu bulan kita harus cuci hidung. Cuci hidung ya,” ujar dr. Nadine pada media briefing di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Teknik Cuci Hidung Anak dan Dewasa Sama, Hanya Berbeda di Posisi Tubuh
Menurut dr. Nadine, esensi dari cuci hidung adalah memasukkan cairan saline atau NaCl ke dalam rongga hidung.
Pada orang dewasa, proses ini relatif mudah.
Baca juga: Ramai Isu Virus Influenza D, Benarkah Bisa Jadi Wabah? Ini Kata Pakar
Namun pada anak, dibutuhkan penyesuaian kecil dalam memegang dan memposisikan tubuh agar mereka tidak terkejut.
Kini, berbagai tutorial di media sosial memudahkan orang tua mempelajari cara menggendong, memiringkan, atau mendudukkan anak.
Namun prinsip dasarnya tetap sama: cairan dimasukkan ke dalam hidung melalui salah satu lubang.
Untuk mengurangi risiko anak tersentak ketika cairan masuk, dr. Nadine memberikan tips sederhana.
“Misalkan hidung kanan, arahkan sedikit ke liang, ke telinganya. Miringkan dikit. Jadi supaya air tuh kebentur dulu, baru dia ke atas lagi,” terangnya.
Baca tanpa iklan