Dampak Banjir Sumatera: Stres, ISPA, Diare hingga Leptospirosis Mengintai Penyintas
Seusai kejadian bencana selalu memiliki pola risiko kesehatan tertentu, terutama kepada kelompok sangat rentan seperti anak-anak serta kaum perempuan.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
willy Widianto
Tidak hanya penyakit infeksi, penyintas bencana sering mengalami kambuhnya penyakit kronis seperti asma, hipertensi dan diabetes.
Hal ini terjadi karena akses terhadap obat rutin terputus. Luka yang tidak ditangani pun berisiko menjadi infeksi serius, bahkan tetanus.
“Luka infeksi bisa menjadi tetanus ketika tidak divaksinasi,” tegas Dicky.
Karena itu yang harus dilakukan dalam dua hari pertama pascabencana adalah menyelamatkan nyawa terlebih dahulu. Menurut Dicky, langkah mendesak ini mencakup penyediaan air bersih, toilet dan sanitasi darurat, mengurangi kepadatan tenda, sistem kesehatan, prioritas anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis.
Fasilitas kesehatan darurat harus dilengkapi dengan oralit dan zinc (diare), antipiretik (demam), antibiotik dasar, antiseptik dan perban, obat sesak napas serta vaksin tetanus.
Setelah respons dasar terpenuhi, pemerintah dan relawan harus melakukan pemantauan penyakit untuk mencegah wabah lebih besar seperti campak dan polio, terutama di daerah dengan imunisasi rendah.
Dukungan psikologis sangat penting, terutama bagi anak-anak. Dicky menekankan perlunya ruang aman anak, aktivitas bermain, rutinitas harian dan pendampingan psikososial ringan.
Baca juga: Polda Sumbar Kerahkan Ribuan Personel Tangani Banjir dan Longsor Padang
“Prioritas berikutnya adalah mental health dan psychosocial support. Terutama untuk anak,” ujarnya.
Ia juga menyarankan pemberian imunisasi darurat seperti polio, campak, dan tetanus untuk mencegah penularan penyakit berbahaya.
Dicky mengingatkan bahwa anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis adalah kelompok yang harus menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana.
Penanganan yang terpadu meliputi kesehatan fisik, kesehatan mental, air bersih, sanitasi, dan pemulihan lingkungan dipandang penting untuk mencegah krisis kesehatan skala lebih besar di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera.
Baca tanpa iklan