ASD Jantung Sering Tak Bergejala di Usia Anak-anak, Ahli Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini
Atrial Septal Defect (ASD) jantung atau defek septum atrium, kondisi ketika sekat jantung tidak menutup sempurna sejak fase janin.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Erik S
Jenis yang paling sering ditemukan adalah ASD sekundum, mencapai sekitar 70 persen dari seluruh kasus.
Kelainan ini dapat terjadi bersama gangguan katup tertentu, yang turut memengaruhi penanganannya.
Menurut dr. Ario, menentukan posisi dan ukuran lubang sangat penting karena hal itu berpengaruh pada keputusan medis, apakah perlu operasi, tindakan kateterisasi penutupan lubang, atau hanya pemantauan.
Risiko Jika ASD Tidak Ditangani: Tekanan Paru Bisa Meningkat
Jika ASD berukuran besar dibiarkan tanpa intervensi, beban aliran darah berlebih ke jantung kanan dan paru akan meningkat.
Baca juga: Anak Sering Sakit Tenggorokan? Hati-hati Bisa Berujung Penyakit Jantung Reumatik
Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan hipertensi paru dan penurunan fungsi jantung kanan.
Pada tahap lanjut, meski jarang, kondisi bisa menyebabkan anak tampak kebiruan akibat perubahan tekanan antara jantung kiri dan kanan.
Kondisi ini menandakan gangguan sudah berat dan sulit diperbaiki.
Ekokardiografi: Pemeriksaan Kunci untuk Deteksi dan Penegakan Diagnosis
Deteksi ASD umumnya dilakukan dengan ekokardiografi transthorakal, yaitu USG jantung non-invasif yang aman dan tidak mengandung radiasi.
Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada semua kelompok usia tanpa persiapan khusus.
“Ekokardografi ini adalah alat USG yang dikhususkan untuk jantung, pemeriksaan USG jantung ini pemeriksaan yang sederhana, alatnya ditempelkan ke dinding dada pasien, tidak perlu persiapan apa-apa dan tidak ada risiko,” jelas dr. Ario.
Baca juga: 10 Tanda Awal Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan, Termasuk Pusing dan Mudah Lelah
Untuk melihat area sekat lebih detail, dokter dapat menggunakan transesophageal echocardiography (TEE), yaitu USG jantung melalui kerongkongan agar gambaran lubang terlihat lebih jelas.
Pemeriksaan ini dilakukan dengan alat khusus dan biasanya disertai sedasi ringan.
Deteksi dini ASD bertujuan mencegah komplikasi dan menentukan waktu penutupan yang tepat.
Penutupan ASD yang signifikan umumnya dilakukan sebelum perubahan tekanan paru menjadi permanen.
Tanpa skrining, banyak kasus baru teridentifikasi saat anak beranjak besar atau ketika keluhan sudah muncul.
Padahal, semakin dini ditemukan, semakin baik peluang anak tumbuh tanpa gangguan jantung di masa depan.
Baca tanpa iklan