Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Waspada Alzheimer, Dokter Geriatri Bagikan Metode MAS OK untuk Jaga Otak Tetap Sehat

Alzheimer merupakan penyakit degeneratif yang terjadi ketika jaringan otak pada penghantar sinyal saraf rusak dan memicu berpikir lambat

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Waspada Alzheimer, Dokter Geriatri Bagikan Metode MAS OK untuk Jaga Otak Tetap Sehat
dok. Universitas Negeri Yogyakarta
PENANGANAN ALZHEIMER - Dokter geriatri UGM, DR. dr. Probosuseno berhasil menemukan metode MAS OK untuk membantu otak agar tetap tajam. Alzheimer merupakan penyakit degeneratif yang terjadi ketika jaringan otak pada penghantar sinyal saraf mengalami kerusakan sehingga proses berpikir lambat. 

Ringkasan Berita:
  • Data Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 4,2 juta penduduk Indonesia mengalami Alzheimer.
  • Dokter geriatri UGM, DR. dr. Probosuseno berhasil menemukan metode MAS OK untuk membantu otak agar tetap tajam.
  • Ada belasan faktor risiko yang meningkatkan kejadian alzheimer seperti diabetes, hipertensi, kolesterol, obesitas, polusi, merokok, depresi, pendidikan rendah, gangguan pendengaran dan penglihatan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Angka penderita alzheimer di Indonesia terus meningkat seiring bertambahnya populasi lanjut usia (lansia). Dokter geriatri UGM, DR. dr. Probosuseno berhasil menemukan metode MAS OK untuk membantu otak agar tetap tajam.

Alzheimer merupakan penyakit degeneratif yang terjadi ketika jaringan otak pada penghantar sinyal saraf mengalami kerusakan sehingga proses berpikir lambat.

Secara sederhana, Alzheimer membuat seseorang perlahan-lahan kehilangan kemampuan mengingat dan menjalani aktivitas sehari-hari. Data Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 4,2 juta penduduk Indonesia mengalami Alzheimer

Ada belasan faktor risiko yang meningkatkan kejadian alzheimer seperti diabetes, hipertensi, kolesterol, obesitas, polusi, merokok, depresi, pendidikan rendah, gangguan pendengaran dan penglihatan.

Faktor pemicu alzheimer lainnya adalah kurang olahraga, minim interaksi sosial, cedera kepala, kurang cahaya matahari, hingga jarang beraktivitas di luar.

Rekomendasi Untuk Anda

“Faktor-faktor ini tidak membuat seseorang pasti terkena Alzheimer, tetapi meningkatkan kemungkinan terjadinya demensia,” jelas dr. Probo dikutip dari laman UGM, Sabtu (13/12/2025).

Cara Menunda Alzheimer

DR. dr. Probosuseno menegaskan, cara menunda terjadinya alzheimer adalah dengan banyak beraktivitas fisik. Aktivitas fisik tersebut tidak harus berat; berjalan kaki selama 30 menit sehari sudah memberi dampak signifikan.

Target langkahnya juga dapat disesuaikan usia, yakni 3.000–5.000 langkah untuk lansia dan 5.000–7.000 langkah untuk usia muda. 

“Tidak harus langsung setengah jam. Boleh dicicil 10 menit pagi, 7 menit sore sampai totalnya setengah jam sehari sudah cukup,” ungkapnya.

Baca juga: Curhat Inul Daratista Alami Penyumbatan di Otak, Sering Pusing, Ancamannya Stroke hingga Alzheimer

Probo juga menyarankan waktu ideal untuk beraktivitas fisik adalah pukul 07.00–10.00 karena cahaya matahari pagi membantu mengatur hormon suasana hati dan memperbaiki kualitas tidur.

Untuk lansia yang memiliki keterbatasan gerak, aktivitas dapat dilakukan dengan pilihan yang lebih ringan, seperti senam otak, latihan otot sederhana, hingga gerakan tubuh dasar.

“Yang terpenting tubuh tetap aktif karena kurang gerak justru mempercepat terjadinya demensia,” pesannya.

Metode MAS OK

Metode “MAS OK” sebagai rumus pencegahan Alzheimer sejak usia muda. M (Mother of Learning) menekankan kebiasaan membaca, mendengarkan, menulis, dan menjelaskan ulang untuk merangsang otak.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas