Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Dokter Ungkap Bahaya Mikroplastik, Bisa Picu Batuk Kronis hingga Kanker Paru

Ukuran mikroplastik yang sangat kecil memungkinkan partikel ini terhirup dan masuk ke saluran pernapasan. Hal tersebut bisa memicu gangguan paru.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Dokter Ungkap Bahaya Mikroplastik, Bisa Picu Batuk Kronis hingga Kanker Paru
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
HUJAN MIKROPLASTIK - Pengendara roda dua melintas saat hujan di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Senin (3/11/2025). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat memakai masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan setelah hujan karena air langit itu, menurut temuan Badan Riset dan Inovasi Nasional, mengandung mikroplastik. 

Namun, ketika paparan berlangsung terus-menerus dan keluhan tidak membaik, peradangan dapat berlanjut ke jaringan paru.

Dalam kondisi tersebut, keluhan dapat berkembang menjadi bronkitis.

Jika tidak tertangani, bronkitis berisiko menjadi kronis dan menyebabkan kerusakan jaringan paru.

Partikel Kecil Bisa Mencapai Alveoli

Kemampuan mikroplastik mencapai bagian terdalam paru menjadi perhatian serius. 

Dengan ukuran di bawah 5 mikrometer, partikel ini dapat melewati trakea, bronkus, hingga bronkiolus, lalu mencapai alveoli atau kantung udara paru.

Ketika alveoli terganggu, proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida menjadi tidak optimal. 

Kondisi ini dapat memicu keluhan sesak napas dan rasa berat di dada, terutama pada paparan jangka panjang.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam jangka waktu puluhan tahun, kerusakan jaringan paru akibat peradangan kronis dapat berkembang menjadi penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Risiko Kanker Paru dan Kekambuhan Asma

Selain PPOK, mikroplastik juga dikategorikan sebagai zat berbahaya karena berpotensi membawa kandungan lain yang tidak diketahui. 

Paparan jangka panjang dinilai meningkatkan risiko penyakit serius.

“Paling bahaya bisa menyebabkan kanker paru,” kata dr. Thifla.

Paparan mikroplastik juga berisiko memicu kekambuhan pada pasien asma. Iritasi saluran napas akibat partikel asing dapat menyebabkan sesak, napas berbunyi, dan gangguan pernapasan berulang.

Gejala yang umum muncul akibat paparan mikroplastik antara lain batuk berkepanjangan, rasa berat di dada, dan sesak napas, terutama jika paparan terjadi terus-menerus.

Tidak semua individu memiliki tingkat risiko yang sama.

Anak-anak dan lansia termasuk kelompok yang lebih rentan karena sistem pernapasan dan daya tahan tubuh mereka belum atau sudah mengalami penurunan fungsi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas