Penting Ajarkan Anak Berani Menolak Saat Dicium atau Dipeluk Kerabat Untuk Cegah Kekerasan Seksual
Orang tua memiliki peran krusial dalam melindungi anak dari kekerasan seksual sekaligus mengajarkan keberanian untuk menolak sentuhan
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Orang tua memiliki peran krusial dalam melindungi anak sekaligus mengajarkan keberanian untuk menolak sentuhan yang tidak diinginkan
- Pengenalan batasan tubuh dapat dilakukan sejak anak masih bayi
- Memasuki usia pra remaja dan remaja, edukasi tentang tubuh perlu diperluas ke dialog mengenai pubertas
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dalam berbagai pertemuan keluarga, anak kerap menjadi pusat perhatian.
Tidak jarang, anak diminta untuk dicium, dipeluk atau disentuh kerabat, bahkan ketika anak terlihat tidak nyaman.
Situasi ini masih sering dianggap sebagai bentuk kasih sayang, padahal dapat menjadi momen penting untuk mengenalkan batasan tubuh sejak dini.
Penggagas Gerakan Kakak Aman Indonesia, Hana Maulida, mengatakan orang tua memiliki peran krusial dalam melindungi anak dari kekerasan seksual sekaligus mengajarkan keberanian untuk menolak sentuhan yang tidak diinginkan.
“Kita sebagai orang tua harus mengajarkan anak bahwa mereka boleh menolak ketika merasa tidak nyaman, dan tidak perlu memaksakan anak untuk menerima sentuhan dari siapa pun,” ujar Hana Maulida dalam live streaming Beauty Health Tribun Health, Minggu (14/12/2025).
Baca juga: 38 Napi Lapas Nabire Kabur Sepanjang 2025, Terbaru Napi Kasus Kekerasan Seksual
Menurut Hana, pertemuan keluarga menjadi situasi yang sering tak disadari orang tua.
Anak yang enggan dicium atau dipeluk kerap dianggap tidak sopan, sehingga dipaksa untuk menuruti keinginan orang dewasa.
Padahal, membiarkan anak menolak adalah bagian dari edukasi kesehatan dan perlindungan diri.
Baca juga: Komnas HAM Apresiasi Vonis 19 Tahun Penjara terhadap Eks Kapolres Ngada Pelaku Kekerasan Seksual
Orang tua perlu memberi contoh dengan mendukung keputusan anak ketika menolak sentuhan.
Dukungan tersebut membantu anak memahami bahwa perasaannya dihargai dan tubuhnya adalah miliknya sendiri.
Edukasi Dimulai Sejak Bayi
Hana menjelaskan, pengenalan batasan tubuh dapat dilakukan sejak anak masih bayi.
Cara sederhana seperti mengajak anak berbicara dan meminta izin sebelum membersihkan tubuhnya menjadi langkah awal yang penting.
“Sejak bayi pun kita sudah bisa mulai membangun konsep izin, misalnya dengan mengatakan mama mau membersihkan atau mengganti pampers dan meminta izin pada anak,” jelasnya.
Kebiasaan ini membentuk pemahaman bahwa setiap sentuhan memiliki konteks dan tidak dilakukan sembarangan.
Seiring pertumbuhan anak, orang tua perlu menjelaskan bagian tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain.