Ahli: Deteksi Dini Penyakit Saluran Cerna dan Hati Butuh Teknologi Presisi
Penyakit saluran cerna dan hati masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat Indonesia.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Banyak masyarakat Indonesia alami pnyakit saluran cerna dan hati.
- Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat peningkatan bermakna pada prevalensi penyakit lambung dan GERD di wilayah perkotaan.
- Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi Prof Rino Alvani Gani, menegaskan pentingnya pendekatan presisi dan modern
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Penyakit saluran cerna dan hati masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat Indonesia.
Penyakit hati kronis, sirosis, hepatitis, kanker hati, GERD, dan kelainan saluran empedu terus tinggi seiring perubahan pola hidup masyarakat.
Baca juga: Sering Disamakan, Ini Perbedaan Mag dan GERD yang Perlu Diketahui
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat peningkatan bermakna pada prevalensi penyakit lambung dan GERD di wilayah perkotaan.
Lalu, Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menempatkan penyakit hati kronis dan sirosis sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi yang terkait organ dalam, menegaskan besarnya beban klinis kondisi ini.
Sayangnya, banyak pasien baru terdiagnosis saat penyakit sudah memasuki tahap lanjut, sehingga penanganannya menjadi lebih sulit dan berisiko.
Baca juga: Benarkah GERD Bisa Menyebabkan Kematian Mendadak? Begini Penjelasan Dokter
Kondisi ini menimbulkan dampak klinis dan finansial yang besar, mulai dari keterlambatan penanganan, risiko komplikasi yang lebih tinggi, hingga meningkatnya angka rawat inap.
Melihat kondisi ini, dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi Prof Rino Alvani Gani, menegaskan pentingnya pendekatan presisi dan modern serta didukung dengan tim medis kompeten dalam diagnostik dan deteksi dini penyakit saluran cerna dan hati.
Hal ini disampaikan dia dalam RS Pondok Indah Clinical Excellence Forum ‘Precision, Progress, and Innovation in Gastroenterohepatology’, di Jakarta Selatan, Minggu (15/12/2025).
Baca tanpa iklan