Ahli: Deteksi Dini Penyakit Saluran Cerna dan Hati Butuh Teknologi Presisi
Penyakit saluran cerna dan hati masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat Indonesia.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
“Di tengah meningkatnya kasus penyakit hati dan saluran cerna, deteksi dini dan diagnosis yang presisi menjadi kunci untuk mencegah keparahan (progresif) penyakit,” kata Prof Rino.
Teknologi medis yang terus berkembang membawa perubahan besar dalam penanganan penyakit saluran cerna dan hati.
Kanker hati kini dapat dideteksi dini melalui pemeriksaan biomarker, sementara kondisi saluran empedu bisa dilihat lebih jelas dengan teknologi khusus seperti PIVKA-II dan SpyGlass.
Selain itu, pemeriksaan dan pengobatan saluran cerna dapat dilakukan tanpa operasi besar atau Endoscopic Ultrasound (EUS), begitu juga penanganan kanker hati yang bisa dilakukan tanpa pembedahan atau Microwave Ablation.
Berkat teknologi ini, diagnosis menjadi lebih akurat, pengobatan lebih efektif, risiko komplikasi berkurang, dan pasien dapat pulih lebih cepat.
Di sisi lain, tenaga medis Indonesia juga perlu memperbarui wawasan dan keterampilannya.
Penanganan penyakit saluran cerna dan hati yang berkembang cepat menuntut adaptasi dan kompetensi baru dari para tenaga medis.
Chief Executive Officer RS Pondok Indah Group dr. Yanwar Hadiyanto, MARS berharap forum perdana ini memberikan dampak nyata, bukan hanya bagi peningkatan kompetensi tenaga medis, tetapi juga bagi masyarakat luas melalui layanan yang semakin akurat, modern, dan berbasis bukti.
Baca tanpa iklan