Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Stres Jangan Dianggap Sepele, Dampaknya pada Lambung hingga Penyakit Serius

Stres berperan meningkatkan proses peradangan dalam tubuh. Faktor stres yang diproses di otak dapat memengaruhi respons imun dan inflamasi sistemik.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Stres Jangan Dianggap Sepele, Dampaknya pada Lambung hingga Penyakit Serius
Freepik
ILUSTRASI STRES - Tangkapan layar dari laman Freepik pada Rabu (4/6/2025) yang menampilkan gambar ilustrasi orang yang sedang stres. 

Ringkasan Berita:
  • Stres merupakan masalah kesehatan mental
  • Sebagian orang menganggap stres adalah hal lumrah, namun memiliki konsekuensi biologis yang nyata dan tak bisa dianggap ringan
  • Jika tekanan emosional yang berlangsung terus-menerus, otak dapat memicu peningkatan produksi asam lambung

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Stres kerap dipandang sebagai masalah psikologis semata. Padahal, dampaknya dapat meluas hingga memengaruhi organ tubuh, khususnya sistem pencernaan, serta berperan dalam memperberat penyakit serius.

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB, menegaskan bahwa stres memiliki konsekuensi biologis yang nyata dan tidak dapat dianggap ringan.

“Bahwa stres itu tidak boleh dianggap sederhana,” ujar Prof. Ari yang juga merupakan konsultan penyakit lambung dan pencernaan itu saat ditemui di suatu diskusi kesehatan Jakarta, Senin (19/12/2025). 

Baca juga: Faktor Genetik, Stres hingga Perubahan Hormon Picu Kerontokan Rambut

Ia menjelaskan, dalam tubuh manusia terdapat mekanisme yang dikenal sebagai brain-gut axis, yakni hubungan dua arah antara otak dan saluran pencernaan. 

Ketika kondisi psikologis terganggu, dampaknya dapat langsung dirasakan oleh organ pencernaan.

Rekomendasi Untuk Anda

“Artinya kalau enggak beres, brain kita ini akan mengganggu usus kita,” kata Prof. Ari.

Dalam kondisi stres, kecemasan, atau tekanan emosional yang berlangsung terus-menerus, otak dapat memicu peningkatan produksi asam lambung. 

Akibatnya, muncul keluhan seperti nyeri ulu hati, perih, mual, hingga kekambuhan gangguan lambung yang sebelumnya terkontrol.

Tidak hanya lambung, stres juga berpengaruh pada kondisi usus. 

Usus yang sebelumnya stabil dapat mengalami peradangan kembali ketika seseorang berada dalam tekanan psikologis berkepanjangan. 

Kondisi ini menjelaskan mengapa sebagian gangguan pencernaan sering kali berulang tanpa pemicu makanan yang jelas.

Secara ilmiah, stres juga diketahui berperan dalam meningkatkan proses peradangan di dalam tubuh. 

Faktor-faktor stres yang diproses di otak dapat memengaruhi respons imun dan inflamasi sistemik.

“Karena memang sudah terbukti, ada hubungan dengan faktor-faktor stres itu di otak, itu akan menyebabkan proses radangan jadi meningkat,” jelas Prof. Ari.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas