Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Akses CT Scan Merata, Kemenkes: Deteksi Dini Penyakit Bisa Dirasakan Warga Kota hingga Desa

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menargetkan, akses CT scan merata ke seluruh provinsi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Akses CT Scan Merata, Kemenkes: Deteksi Dini Penyakit Bisa Dirasakan Warga Kota hingga Desa
Tribunnews/Rina Ayu Panca Rini
Kemenkes Rabu (17/12) mengumumkan peningkatan akses terhadap pencitraan diagnostik canggih melalui program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN) untuk menghadirkan layanan berkualitas tinggi yang merata bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia di kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan. Dihadiri oleh Sesditjen Keslan Dr Sunarto, M.Kes, PMU SIHREN IsDB Dr Ahyahudin Sodru, CEO GE HealthCare Indonesia Kriswanto Trimoeljo. 
Ringkasan Berita:
  • Kemenkes perluas akses CT scan nasional.
  • Dukung deteksi dini PTM dan perkuat sistem rujukan.
  • Didukung pelatihan SDM dan kerja sama global.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAKementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menargetkan, akses CT scan merata ke seluruh provinsi.

Harapannya alat modern ini bisa dirasakan oleh warga kota hingga desa.

CT scan merupakan teknologi penting dalam layanan kesehatan modern.

Cara kerja CT Scan menggunakan sinar-X dan pemrosesan komputer canggih, CT scan memberikan gambar 2D dan 3D yang cepat dan detail dari organ dalam, tulang, pembuluh darah, dan jaringan lunak, membantu dokter mendiagnosis cedera dan penyakit dengan cepat.

Teknologi ini memungkinkan deteksi dini kondisi, menentukan ukuran dan penyebaran tumor atau infeksi, memantau efektivitas pengobatan (seperti kemoterapi atau radioterapi), serta memandu prosedur seperti biopsi pada organ dalam.

Kemenkes pada Rabu (17/12) mengumumkan peningkatan akses terhadap pencitraan diagnostik canggih melalui program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN).

SIHREN merupakan program untuk memodernisasi sistem rujukan nasional dan memperluas akses diagnostik serta pengobatan di seluruh nusantara, dengan fokus pada penanganan penyakit tidak menular (PTM), kesehatan ibu dan anak, serta ketahanan terhadap pandemi.

Rekomendasi Untuk Anda

Kemenkes bakal menghadirkan layanan berkualitas tinggi yang merata bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia.

Ada lebih dari 300 CT scan canggih ke rumah sakit umum di seluruh 38 provinsi, termasuk wilayah perkotaan dan terpencil.

Pengadaan CT scan dalam program SIHREN ini dilakukan melalui proses lelang internasional yang terbuka dan kompetitif sesuai ketentuan pengadaan Islamic Development Bank (IsDB)

GE HealthCare terpilih sebagai pemenang setelah melalui evaluasi teknis dan harga yang ketat.

Selain penyediaan alat, perusahaan Amerika Serikat ini juga menjalankan program pelatihan bagi tenaga kesehatan untuk mendukung penggunaan teknologi pencitraan medis serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kesehatan.

Presiden dan CEO Internasional GE HealthCare, Elie Chaillot, menyatakan, perusahaannya mendukung program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam memperluas akses layanan diagnostik, termasuk ke wilayah pedesaan dan terpencil.

Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta, Rabu (17/12/2025).

“Kami bangga mendukung visi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Inisiatif ini memastikan teknologi diagnostik canggih menjangkau komunitas pedesaan dan terpencil, mempromosikan pemerataan layanan kesehatan dan menghadirkan perawatan yang menyelamatkan nyawa pasien,” kata dia.

Untuk mendukung kegiatan operasional di Indonesia, fasilitas produksi di Bogor hadir bekerja sama dengan anak perusahaan PT Kalbe Farma, Forsta.

Di kesempatan berbeda, Menteri Kesehatan (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menyoroti masih banyaknya warga Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri, seperti Malaysia dan Thailand.

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan tantangan kualitas layanan kesehatan dalam negeri yang perlu terus dibenahi.

“Kalau masih banyak orang Indonesia yang merasa tenaga medis di luar negeri lebih baik, itu berarti kita harus melakukan introspeksi dan perbaikan,” ujar Menkes dalam Forum Nasional Pertama Konsul Kesehatan Indonesia di Jakarta, Selasa (25/11).

Karena itu penguatan layanan pengobatan serius seperti kanker dan penyakit jantung dinilai penting agar Indonesia dapat memperoleh pengakuan internasional sebagai tujuan layanan medis.

Menkes menegaskan, transformasi sistem kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh dengan tujuan membangun kepercayaan publik terhadap mutu layanan kesehatan nasional.

Secara bersamaan selain menyediakan penyediaan alat kesehatan seperti CT scan dan cathlab, Kemenkes juga memperkuat pendidikan dan distribusi dokter spesialis di daerah.

“Semua kabupaten nanti akan dibagi CT scan dan alat untuk penanganan jantung dan stroke. Tinggal siapkan SDM-nya, alat pasti datang,” ujar Menkes Budi Gunadi.

Hingga saat ini juga, masih banyak pasien dari daerah yang harus dirujuk ke ibu kota provinsi karena keterbatasan layanan medis di rumah sakit setempat.

Pemerintah terus mendorong penyediaan alat kesehatan, peningkatan kapasitas tenaga medis, serta penguatan sistem rujukan untuk mengurangi ketergantungan pada rumah sakit rujukan di ibu kota provinsi agar pasien tidak perlu lagi melakukan perjalanan panjang untuk dari daerah ke provinsi.

Penyakit Tidak Menular Jadi Fokus Deteksi Dini

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang berkembang secara perlahan dan tidak menular antar individu.

Jenis penyakit ini mencakup penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, serta penyakit pernapasan kronis, yang membutuhkan deteksi dan penanganan sejak dini.

Faktor risiko PTM antara lain kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, serta pola hidup tidak sehat.

Baca juga: Tekan Ketergantungan Barang Impor, Indonesia Mulai Produksi Lokal Alat Kesehatan CT Scan

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat, rutin beraktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna menekan risiko PTM.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas