Libur Natal dan Tahun Baru saat Musim Hujan, Waspadai Risiko Kesehatan Ini Agar Liburan Tetap Aman
Dicky Budiman mengingatkan bahwa penghujung dan awal tahun di Indonesia merupakan periode yang secara alami lebih rentan terhadap gangguan kesehatan
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Muhammad Zulfikar
Kerentanan kesehatan di akhir tahun juga dipicu oleh kondisi tubuh yang tidak optimal.
Perjalanan panjang, kurang tidur, pola makan yang tidak seimbang, serta menurunnya kepatuhan terhadap pengobatan rutin sering terjadi selama masa liburan.
Di saat bersamaan, fasilitas kesehatan bekerja pada kapasitas tinggi, sementara sebagian tenaga kesehatan mengambil cuti.
Dicky menilai kondisi ini membuat situasi kesehatan relatif terkendali, tetapi tetap rapuh.
“Jadi, situasi keamanan kesehatan menjelang Natal dan Tahun Baru 2025 ini, Natal tahun 2025, Tahun Baru tahun 2026, bisa dikatakan relatif terkendali, tapi rentan,” ungkapnya.
Baca juga: Gayo Lues Terisolasi Pascabencana, Ampon Bang Salurkan 25 Ton Beras dan Layanan Kesehatan
Tips Aman: Sehat Sejak Sebelum Berangkat
Agar liburan tetap menyenangkan dan aman, pendekatan yang disarankan adalah manajemen risiko kesehatan berbasis fase perjalanan.
Pada fase sebelum berangkat, kondisi kesehatan perlu dipastikan stabil, terutama bagi lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penderita penyakit kronis.
Lengkapi obat rutin dan obat pribadi seperti obat demam, diare, alergi, serta oralit. Imunisasi yang relevan, seperti influenza bagi kelompok berisiko, juga penting untuk dipertimbangkan.
Selain itu, pantau informasi cuaca dan potensi bencana di jalur perjalanan maupun tujuan.
*Tips Aman: Disiplin Saat Perjalanan dan Liburan*
Selama perjalanan mudik atau wisata, kebiasaan sederhana memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan.
Menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk, serta menggunakan masker di ruang padat atau tertutup sangat dianjurkan.
Cukupi kebutuhan cairan, istirahat secara berkala, dan hindari memaksakan perjalanan panjang tanpa jeda.
Konsumsi makanan yang aman dan matang, terutama di rest area dan tempat wisata.
Jika muncul gejala awal seperti demam, nyeri kepala hebat, pusing, diare, atau sesak napas, pemeriksaan ke tenaga medis sebaiknya tidak ditunda.
Baca tanpa iklan