Harusnya Bahagia, Tapi Mengapa Liburan Justru Stres? Emosi Terkuras karena Holiday Burnout
Liburan akhir tahun kerap dibayangkan sebagai waktu paling menyenangkan. Tapi faktanya banyak yang alami stres, emosi terkuras.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Liburan! Kata ini tentu memunculkan angan-angan yang membahagiakan.
- Faktanya, tidak sedikit orang justru memasuki tahun baru dengan tubuh lelah dan emosi terkuras bahkan stres.
- Psikolog klinis Jennifer Guttman, Psy.D., menilai kelelahan ini bukan muncul tiba-tiba.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Liburan akhir tahun kerap dibayangkan sebagai waktu paling menyenangkan.
Namun kenyataannya, tidak sedikit orang justru memasuki tahun baru dengan tubuh lelah dan emosi terkuras. Kondisi ini dikenal sebagai holiday burnout.
Baca juga: 6 Tips Agar Stres Tak Kendalikan Pola Makan, Mulai Dari Perubahan Kecil
Dilansir dari Psychology Today, holiday burnout terjadi saat seseorang terlalu memforsir diri selama liburan.
Mulai dari jadwal perjalanan padat, tuntutan sosial yang menumpuk, hingga pengeluaran yang sulit dikendalikan.
Data American Psychological Association mencatat, 89 persen orang dewasa merasa kewalahan selama musim liburan.
Psikolog klinis Jennifer Guttman, Psy.D., menilai kelelahan ini bukan muncul tiba-tiba, melainkan akibat kebiasaan mengabaikan batasan pribadi demi memenuhi ekspektasi.
Terlalu Banyak Agenda, Energi Habis Diam-Diam
Musim liburan sering diisi keinginan untuk hadir di semua tempat sekaligus. Padahal, terlalu banyak perjalanan justru membuat seseorang kehilangan makna kebersamaan itu sendiri.
Memilih lebih sedikit agenda dan hadir sepenuhnya di satu tempat membantu melindungi energi mental.
Dengan begitu, seseorang bisa menikmati momen tanpa merasa kelelahan sebelum liburan usai.
Baca juga: Waspada Holiday Heart Syndrome, Euforia Liburan Bisa Jadi Pemicu Gangguan Jantung
Pengeluaran Tak Terkontrol, Stres Ikut Menyusul
Stres finansial juga menjadi pemicu utama holiday burnout. Diskon besar dan belanja impulsif kerap membuat batas pengeluaran terabaikan.
Menetapkan anggaran sebelum berbelanja membantu menjaga ketenangan pikiran. Hadiah tidak selalu harus mahal, karena makna liburan tidak diukur dari label harga, melainkan kehadiran yang tulus.
Kumpul Keluarga Boleh, Tapi Tetap Pasang Batas
Liburan identik dengan acara keluarga, namun tidak semua percakapan terasa nyaman.
Baca tanpa iklan