Influenza Bukan Flu Biasa yang Bisa Sembuh Sendiri, Risikonya Fatal! Picu Kematian
Anggapan bahwa influenza hanyalah flu biasa yang bisa sembuh sendiri masih kuat di tengah masyarakat. Padahal, risikonya mematikan.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
"Itu influenza adalah salah satu penyakit yang cukup ditakuti di negara maju sekalipun. Terutama yang mengalami winter bahwa ini masih merupakan salah satu penyebab kematian yang signifikan, terutama pada anak-anak (dan) ibu hamil," jelasnya.
Influenza tercatat sebagai penyebab kematian yang signifikan, terutama pada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta pasien dengan penyakit kronis.
Data di berbagai negara belahan bumi utara menunjukkan lonjakan kasus influenza A maupun influenza B setiap musim dingin, dengan peningkatan rawat inap hingga kematian.
Di Indonesia, pola musim memang berbeda karena tidak memiliki musim dingin.
Namun hal ini tidak berarti risiko influenza lebih rendah. Justru sebaliknya, influenza ditemukan sepanjang tahun.
“Memang agak meningkat di ber-ber ya, Oktober, November, tapi di bulan-bulan yang musim panas pun tetap dijumpai kasus-kasus influenza. Artinya influenza ada di Indonesia sepanjang tahun walaupun kita tidak punya musim dingin,” terang dr. Nastiti.
Kondisi ini membuat influenza kerap luput diwaspadai karena dianggap sebagai penyakit ringan yang biasa terjadi. Padahal, penularannya sangat mudah dan cepat.
Penularan Mudah, Risiko Berat Mengintai Kelompok Rentan
Virus influenza menyebar melalui percikan ludah saat batuk, bersin, atau berbicara.
Selain itu, virus dapat bertahan di permukaan benda seperti meja, gagang pintu, atau mainan, lalu berpindah ke tangan dan masuk ke tubuh melalui hidung atau mulut.
Pada individu sehat, infeksi influenza mungkin hanya menimbulkan gejala ringan hingga sedang.
Namun pada balita, lansia, dan kelompok dengan komorbid, infeksi yang sama dapat berkembang menjadi pneumonia, gangguan pernapasan berat, hingga kegagalan organ.
Karena itu, pencegahan menjadi kunci utama untuk melindungi kelompok paling rentan dari dampak fatal influenza.
Imunisasi Tetap Efektif Menurunkan Risiko Keparahan
Terkait munculnya istilah “super flu” yang sempat menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, dr. Nastiti menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan virus tersebut menyebabkan keparahan lebih tinggi dibanding varian influenza lainnya.
Ia menekankan bahwa imunisasi influenza masih terbukti memberikan perlindungan yang baik.