Ramai Istilah Super Flu, Dokter Anak Tegaskan Ini Fakta Influenza A yang Perlu Diwaspadai
Istilah super flu belakangan ramai diperbincangkan dan memicu kepanikan di masyarakat, terutama di kalangan orang tua.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Salah satu alasan munculnya istilah super flu di masyarakat adalah tingginya tingkat penularan.
Virus influenza menular melalui droplet batuk, bersin, atau kontak dengan cairan napas orang yang terinfeksi.
Satu orang bisa menularkan ke dua hingga tiga orang di sekitarnya, bahkan sebelum gejala muncul.
Situasi ini diperparah oleh temuan varian influenza A H3N2 subgrade K, yang saat ini banyak ditemukan pada pemeriksaan lanjutan di Amerika Serikat dan negara belahan bumi utara.
Varian ini disebut memiliki evolusi tinggi, mudah menular, dan berpotensi memicu lonjakan kasus influenza musiman.
Namun, secara klinis, dokter tidak bisa membedakan varian ini hanya dari gejala.
“Dia tidak bisa dideteksi secara klinis, artinya dokter kalau melihat saja bahkan tidak bisa membedakan ini influenza atau bukan influenza,”imbuhnya.
Untuk memastikan jenis dan subgrade virus influenza, diperlukan pemeriksaan laboratorium canggih berupa whole genome sequencing, sebagaimana yang dilakukan pada penentuan varian COVID-19 sebelumnya.
Waspada di Musim Liburan
Terakhir, dr Nastiti menegaskan pentingnya edukasi kepada orang tua, terutama menjelang dan selama musim liburan, ketika mobilitas dan interaksi meningkat.
Anak-anak menjadi kelompok yang sangat rentan tertular influenza, terlebih jika berada di lingkungan padat atau bepergian.
Ia mengingatkan bahwa meningkatnya kasus influenza bukanlah isu sepele.
Penularan yang cepat, gejala yang bisa berat, serta potensi komplikasi menjadikan influenza sebagai penyakit yang harus diwaspadai bersama, tanpa perlu panik berlebihan akibat istilah yang keliru.
Edukasi yang tepat, pemahaman perbedaan antara selesma dan influenza, serta kewaspadaan terhadap gejala berat menjadi kunci agar masyarakat tidak salah langkah dalam menghadapi peningkatan kasus influenza saat ini.
Baca tanpa iklan